CERITA ANDA

Bersama-sama Melawan Berita Hoax

Banyak situs berisi berita hoax yang masih beredar.
Bersama-sama Melawan Berita Hoax
Aksi Kampanye Anti Hoax/Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id – Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan munculnya berbagai media online hoax. Namun, keberanian Presiden Joko Widodo saat ini setengah langkah. Bagaimana bisa Presiden RI resah dengan media hoax, tetapi realitasnya banyak situs yang masih beredar luas bahkan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia. Belum lagi menjamurnya penyedia rubrik opini yang judulnya hanya untuk menarik minat pembaca. Dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik, tapi isinya jauh dari kesan ilmiah.

Opini tetap opini, tetapi harus didasari oleh data dan fakta yang valid. Sehingga tak ada lagi hujatan yang terasa tamparan. Hujatan yang terasa tamparan itu dari penggunaan kata serta kalimat yang jauh dari profesional. Penyedia layanan seperti ini harusnya membuka mata kalau dialah dalang dari segala pemberitaan yang cenderung tidak berimbang.

Jika Pak Jokowi punya nyali, maka harus dimusnahkan situs-situs yang mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat kita. Ada situs yang membela matian-matian tokoh-tokoh tertentu, sehingga situs-situs ini berlaku tidak adil dengan kata-kata yang jauh dari rasa hormat terhadap sesama. parahnya lagi, situs ini membawa nama kebenaran. Situs-situs ini malah tak lebih dari situs penampung aib dari setiap lawannya.

Karena itulah penulis berkesimpulan bahwa Joko Widodo tidak berani dalam hal ini untuk adil dalam memberantas situs-situs yang dalam isinya adalah pengamat politik yang entah dari mana. Penulis melihat ada indikasi pembiaran oleh pihak-pihak terkait. Jika presiden sudah muak dengan hoax, maka lebih muak lagi kita di akar rumput yang harus melawan segala bentuk pemberitaan yang sumbernya hanyalah penggalan berita lalu dikumpulkan jadi satu dan dimodifikasi untuk menarik pembaca.

Karena para pembaca berasal dari berbagai kalangan, maka tentunya ada sebagian dari mereka yang tak paham mana sisi keaslian informasi. Sehingga mudah termakan isi yang disajikan oleh situs-situs hoax tersebut. (Tulisan ini dikirim oleh Abdul Rasyid Tunny, Makassar)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...