CERITA ANDA

Warga Desa Ini Banyak Mengidap Penyakit Hipertensi

Warga di sini kebanyakan lansia berumur 50 tahun ke atas.
Warga Desa Ini Banyak Mengidap Penyakit Hipertensi
Pemeriksaan kesehatan gratis di daerah terpencil.

VIVA.co.id – Rumah Yatim kembali mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis. Kali ini lokasi yang menjadi sasaran adalah Kampung Cibitung RT 02 RW 03, Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Setidaknya ada 160 pasien mendatangi pemeriksaan gratis. 40 orang pada sesi pertama di pagi hari, dan selebihnya di sesi kedua setelah zuhur.

Desa Sukasari merupakan salah satu desa terpencil yang memiliki akses yang sulit. Baik akses jalan ke lokasi yang ekstrem, apalagi akses kesehatan seperti Puskesmas yang jaraknya sangat jauh. Desa ini pun masih menggunakan model perumahan pegunungan yang jarak antar rumah yang satu dengan lainnya berjauhan.

Warga yang tinggal di sini kebanyakan lansia berumur 50 tahun ke atas. Bahkan ada yang sudah 86 tahun. Para lansia ini sehari-hari bekerja di kebun teh, kebuh coklat, dan ada yang bertani. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa penyakit yang cukup banyak diderita dan dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Seperti gatal-gatal, stroke, pegal-pegal, penglihatan kabur dan katarak, dan bahkan ditemukan pasien penderita melanoma maligna, salah satu jenis kanker kulit ganas.

Adapun penyakit rata-rata yang hampir ditemukan di setiap pasein adalah hipertensi atau darah tinggi. Tensi penduduk desa ini berkisar 140/90 mmHg yang artinya sangat tinggi dari angka normal 120/80 mmHg. Ditemukannya beberapa penyakit yang cukup parah, disinyalir sebagai salah satu akibat dari kurangnya edukasi tentang kesehatan di desa ini. Akibatnya, kesadaran pola hidup sehat sangat kurang. Bahkan ada pasien mengonsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi karena penyakitnya.

Menurut pengamatan Rumah Yatim, hal ini sangat memprihatinkan. Padahal jika diperhatikan, meski sulitnya akses kesehatan seperti Puskesmas tapi warga memiliki antusias tinggi untuk pemeriksaan. Dalam kata lain masyarakat desa ini memiliki tingkat harapan sembuh dan berobat yang cukup tinggi.

Hal ini seperti yang diutarakan oleh Bara, selaku perwakilan Rumah Yatim yang ikut terjun langsung ke lapangan, ketika melihat ada pasien yang sampai dibawa dengan motor dan dibopong. “Alhamdulillah bisa menjangkau untuk promosi kesehatan di daerah terpencil yang minim pengetahuan kesehatan masyarakatnya. Harapan kami dari Rumah Yatim, pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah seperti ini. Sebab akses kesehatan sangat jauh dan mengkhawatirkan,” jelas Bara lagi.

Rumah Yatim berharap, pemeriksaan ini akan ada tindakan berikutnya. Baik di desa yang sama atau desa lainnya pada daerah yang sama. Mengingat banyaknya kebutuhan akan layanan kesehatan di daerah ini. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...