CERITA ANDA

Ini Balasan untuk Orang yang Suka Memfitnah

Ayah dipukuli sampai babak belur padahal bukti tidak ditemukan.
Ini Balasan untuk Orang yang Suka Memfitnah
Ilustrasi. (Ilsutrasi bergosip)

VIVA.co.id – Pengalaman ini terjadi pada keluarga saya, tepatnya sekitar tahun 1985. Suatu kali, ayah saya difitnah mencuri tape mobil salah satu tetangga kami. Memang saat itu keadaan kami masih sangat susah dan serba kekurangan. Namun, usaha ayah dan ibu dari hari ke hari makin membaik. Mereka bekerja sebagai penjahit konveksi yang setiap hari harus keluar malam untuk mengantar dan mengambil kembali jahitan yang dipesan.

Di sela-sela kesibukan kedua orang tua saya, ternyata ada orang yang dengki dan iri dengan ayah. Sebut saja namanya Pak Ujang, yang tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami. Tanpa sepengetahuan kami, Pak Ujang sudah membuat rencana untuk menjatuhkan usaha ayah dan mengusir kami dari tempat dimana kami tinggal. Rencana tersebut dilakukan dengan cara memfitnah ayah bahwa ia telah mencuri tape mobil temannya, yang juga masih tetangga kami.

Malam itu sekira pukul 22.00 WIB, Pak Ujung bersama teman-temannya mengumpulkan warga untuk menggeledah rumah kami guna membuktikan pencurian dan untuk memukuli ayah. Ayah saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan penggeledahan itu. Karena warga juga sudah termakan hasutan Pak Ujang. Ayah saya sempat dipukuli sampai babak belur, padahal bukti yang dicari tidak mereka temukan. Bahkan, di sana tak ada yang membela kami. Semua sudah berpihak pada Pak Ujang.

Kami sekeluarga hanya bisa berserah pada Allah yang memberikan ujian itu dan memohon petunjuk tentang apa di balik peristiwa itu. Selang dua minggu dari peristiwa tersebut, terdengar kabar bahwa Pak Ujang terbaring sekarat di rumahnya karena telah dikeroyok orang yang tidak dikenal saat berada di pasar. Kami terhenyak mendengar kabar itu sambil mengucap istigfar. Apakah ini balasan bagi orang yang suka memfitnah? Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.

Selang beberapa bulan kemudian, Pak Ujang sembuh dari sakitnya. Dan tanpa ada yang menyuruh, beliau berkenan datang ke rumah kami untuk meminta maaf atas semua kejadian yang pernah ia lakukan dulu. Beliau juga menjelaskan kepada kami bahwa semua itu adalah siasat jeleknya untuk menjatuhkan usaha ayah dan ingin mengusir kami sekeluarga dari tempat tinggal kami. Sebab beliau merasa iri hati atas kesuksesan usaha ayah.

Mungkin itulah balasan yang ditunjukkan Allah bagi orang yang suka memfitnah dan dengki atas keberhasilan orang lain. Dan sesungguhnya, Allah SWT mendengar dan menjawab setiap doa hamba-Nya yang teraniaya. Semoga pengalaman ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. (Tulisan ini dikirim oleh maskoko21)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...