CERITA ANDA

Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Petani dan Nelayan

Mereka berharap dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.
Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Petani dan Nelayan
KUKERTA UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten.

VIVA.co.id – Kuliah Kerja Nyata yang disingkat dengan KUKERTA pada tahun 2017 semester genap merupakan kegiatan dharma pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan oleh mahasiswa dengan model live in (hidup bersama), dengan komunitas dampingan selama 40 hari di lingkar wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pandeglang, Banten. Kali ini sebagai KUKERTA sustainable pada tahap dua setelah tahap satu pada tahun 2016 semester genap lalu.

Ada tujuh kecamatan yang ditempati oleh peserta KUKERTA. Yaitu Kecamatan Cibaliung, Sobang, Cigeulis, Panimbang, Angsana, Sukaresmi, dan Jiput. Di dalam kecamatan tersebut, peserta KUKERTA tepatnya hidup bersama dengan komunitas dampingan di 50 Desa dengan bimbingan 50 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang penuh dedikasi.

DPL kali ini benar-benar terpilih, yang melibatkan dua guru besar (profesor), antara lain: Prof. Dr. H.E. Sybli Syarjaya, L.M.L, M.M, Prof. Dr. H.B. Syafuri, M.Hum, Mufti Ali, M.A, Ph.D, dan Dr. H. Endad Musaddad, M.A.

Dengan metodologi Participatory Action Research (PAR), peserta KUKERTA yang dibimbing DPL mendampingi komunitas di wilayah lingkar KEK Pandeglang dengan visi dan misi KUKERTA, yaitu menjadi mitra transformasi sosial dengan nilai-nilai keislaman melalui integrasi pengalaman Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Adapun, misinya yaitu mencetak pengabdi masyarakat yang handal dalam bidang sosial keagamaan serta memiliki kesalehan sosial dan spiritual untuk mewujudkan masyarakat madani, melakukan aktualisasi pengetahuan, seni dan budaya dalam nilai-nilai keislaman melalui pengabdian kepada masyarakat, dan memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan masyarakat.

Fokus KUKERTA di wilayah lingkar Kawasan Ekonomi Khusus Pandeglang, yaitu memberdayakan komunitas lingkar KEK menghadapi wisata global dengan nilai-nilai keislaman. Sebab itu, tema KUKERTA adalah membumikan Islam rahamatan lil'alamin di bumi Pandeglang.

Perlu diketahui, peserta KUKERTA yang terlibat berjumlah 710 mahasiswa. Ditempatkan di wilayah lingkar KEK Pandeglang, sebagai wujud kepedulian UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terhadap masyarakat petani dan nelayan lingkar KEK yang terpinggirkan dalam menghadapi tantangan wisata global.

Semoga sekecil apapun aksi dharma pengabdian mahasiswa, dapat memberi manfaat yang besar bagi pemberdayaan masyarakat. Mungkin hari ini belum dirasakan, tapi yakin esok hari akan menjadi jejak pengabdian yang tulus. Inilah pengabdian akademisi UIN SMH Banten. Salah satunya adalah pendampingan di desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.

Pendampingan di desa ini mengusung tema 'Ekonomi Ekslusif' sebagai bentuk respon akan pengembangan KEK dan sebagai salah satu Zona 6, perencanaan pengembangan ekonomi lokal. Pendampingan di desa antara lain pertama, mendorong kemitraan lahan kosong warga dengan CSM, (sebagai perusahaan buah naga di wilayah desa Cibingbin), dalam pembinaan pertanian buah naga dan  pengelolaan lahan warga, sehingga lebih produktif dan padat karya.

Kedua, pendampingan terfokus pada pengelolaan dan produktivitas kacang kedelai untuk pembuatan tempe dan susu kacang kedelai. Bekerjasama dengan karang taruna desa dan dharma wanita Desa Cibingbin. Bravo KUKERTA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten! (Tulisan ini dikirim oleh As’ari)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...