CERITA ANDA

Jembatan Bajo Sangkuang Rp29 Miliar Dituntut Mahasiswa

Beberapa bulan terakhir pembangunan jembatan ini dihentikan.
Jembatan Bajo Sangkuang Rp29 Miliar Dituntut Mahasiswa
Proyek pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang

VIVA.co.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Botang Lomang Makassar (IMBOLMA) menggelar diskusi dengan tema, “Nasib Pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang” di sekretariat IMBOLMA, Jalan Daeng Nggade No 07, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin 24 April 2017.

Ketua Panitia Pelaksana, Afrisal Dg.Palulu mengatakan IMBOLMA adalah salah satu organisasi daerah yang berasal dari Maluku Utara tingkat kecamatan yang berdiri di Makassar. Jadi patutlah kami selaku mahasiswa mempunyai andil untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan kemajuan daerah.

“Adapun tujuan diadakannya diskusi kali ini untuk membahas persoalan-persoalan di daerah. Salah satunya persoalan mafia proyek pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang di Kecamatan Botang Lomang, Halmahera Selatan,” tutur Afrisal.

Sementara, ketua umum IMBOLMA, Suprianto Ijas mengatakan sungguh sangat disayangkan jika benar terjadi mafia proyek pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang. Beberapa informasi yang kami dapatkan bahwa beberapa bulan terakhir ini pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang dihentikan. Masyarakat setempat pun bertanya-tanya mengenai kelanjutan proyek jembatan ini.

Selain itu, data informasi yang kami dapatkan dari beberapa media memberitakan tentang anggaran proyek pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang. Proyek pekerjaan jembatan diketahui tidak sesuai dengan perencanaan yang matang. Padahal alokasi dana proyek dianggarkan dua kali. Total proyek ini menelan anggaran senilai 29 miliar rupiah.

“Kami, Ikatan Mahasiswa Botang Lomang Makasssar (IMBOLMA) mengecam jika benar terjadi mafia proyek dalam pembangunan Jembatan Bajo Sangkuang. Dan kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Selain itu, kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada penyidik Polda Maluku Utara yang telah turun ke lokasi untuk mengecek fisik proyek dalam pengumpulan data,” tutup Suprianto Ijas. (Tulisan ini dikirim oleh Andi Kamal M.Sallo, S. Kep, MPO IMBOLMA 2016-2017)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...