CERITA ANDA

Harimau Sumatera Dievakuasi dari Pesantren di Pasuruan

Kondisinya seperti kurang makan sampai berdiri saja tidak kuat.
Harimau Sumatera Dievakuasi dari Pesantren di Pasuruan
Harimau sumatera yang berhasil dievakuasi.

VIVA.co.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur mengevakuasi harimau Sumatera dari Pondok Pesantren Metal Muslim di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Rabu 29 Maret 2017 siang. Evakuasi dilakukan lantaran selama kurun waktu dua tahun terakhir kondisi harimau sumatera tersebut kurang mendapatkan perhatian setelah ditinggalkan sang pemilik, yakni KH Abu Bakar.

Meskipun terkenal buas dan ganas, hewan yang satu ini selama berada di Pondok Pesantren Metal Muslim oleh para penduduk setempat dikenal jinak. Terutama oleh sang pemilik, KH. Abu Bakar. "Kurus, kurang diperhatikan pemeliharaannya. Sepertinya kurang makan, sampai berdiri saja tidak kuat dan nampak sakit-sakitan. Maklum saja, sejak Kiai meninggal, kurang diperhatikan terutama makannya," kata Luluk Laili, warga Tapaan, Kota Pasuruan, yang sering ke pesantren.

Kondisi satwa langka itu pun sampai juga ke telinga Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang langsung berkoordinasi dengan pihak BKSDA Jatim agar segera mengevakuasi dan memindahkannya ke tempat yang layak agar tidak punah.

"Mendengar adanya itu, kami lakukan pendekatan dulu kepada pihak pengasuh pesantren. Saya beri pengertian lebih dulu, bahwa itu satwa langka yang dilindungi dan kasihan kalau enggak kober (tidak sempat) memperhatikan. Lebih baik diserahkan ke pihak yang berwenang," kata Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan.

Dengan dievakuasinya hewan langka tersebut, Irsyad mengharapkan adanya upaya pemeliharaan yang bagus dari BKSDA agar hewan tersebut bisa pulih dan sehat. "Alhamdulillah baru saja dievakuasi oleh BKSDA. Semoga kondisi harimau sumatera itu menjadi lebih baik, karena dirawat dengan benar," katanya.

Sementara, Kepala BKSDA Jatim, Ayu Dewi Utari, menyampaikan bahwa harimau sumatera itu dievakuasi ke Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan. Karena kondisi TSI Prigen menyerupai habitatnya dan lokasinya juga dekat.

"Nanti kita evakusi ke TSI karena lokasinya memungkinkan dan sudah terbiasa melakukan konservasi satwa. Di sana akan dirawat dulu di rumah sakit hewan milik TSI," ujar Ayu. (Tulisan ini dikirim oleh Rosyidi)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...