CERITA ANDA

Pengalihan Arus Lalu Lintas Menjadi Berkah bagi Warga

Jembatan yang menjadi akses ke Tol Cipali kembali diperbaiki.
Pengalihan Arus Lalu Lintas Menjadi Berkah bagi Warga
Warga setempat menyaksikan lalu lintas jalan tol Cipali. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

VIVA.co.id – Untuk kali kedua, Jembatan Monjot yang menghubungkan dua kecamatan yaitu Kadipaten dan Kertajati, Kabupaten Majalengka kembali ditutup. Sudah sepekan jembatan yang merupakan akses menuju Tol Cipali kembali diperbaiki. Sehingga jembatan ini ditutup total sejak Minggu, 15 Januari 2017 dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, baik kecil maupun besar.

Menurut informasi dari pihak terkait bahwa pengerjaan perbaikan jembatan tersebut akan berlangsung selama 45 hari. Dan diperkirakan akan rampung pada awal Maret 2017. Dalam proses perbaikan jembatan ini, maka arus lalu lintas menuju Tol Cipali maupun sebaliknya tidak bisa melewati jalur ini. Untuk itu, pihak Satlantas Polres Majalengka membuat rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif.

Jalur alternatif Desa Pakubeureum dan Blok Leuweungbata, Desa Karangsambung kembali menjadi primadona bagi pengendara kendaraan kecil roda empat. Dimana setahun yang lalu jalur ini pernah dilewati akibat perbaikan Jembatan Monjot jilid 1. Sebagai dampak perbaikan Jembatan Monjot jilid 2, jalur alternatif Leuweungbata kembali menjadi ramai oleh pengendara kendaraan kecil roda empat. Karena jalur tersebut menjadi yang terdekat menuju Tol Cipali maupun sebaliknya dibandingkan jalur alternatif lainnya. Selain jarak tempuh lebih dekat, waktu tempuh pun dinilai lebih cepat.

Pengalihan arus lalu lintas ini ternyata menjadi berkah buat warga setempat. Khususnya untuk para pemuda Blok Leuweungbata, Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Karena ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga. Karena sesuai arahan dari Pemerintahan Desa setempat dan diatur oleh Kepala Dusun, maka para pemuda secara bergiliran diminta untuk menjaga portal dan mengatur arus lalu lintas, guna kelancaran dan ketertiban bagi  pengguna jalur alternatif tersebut.

Para pengguna jalan tersebut tidak sedikit yang memberikan uang receh kepada para pemuda yang kebagian tugas jaga. Hasil dari uang tersebut tidak semata untuk para pemuda, akan tetapi sebagian disisihkan untuk perawatan jalan. Karena dampak pengalihan arus tersebut salah satunya jalan menjadi rusak.

Setelah Jembatan Monjot rampung dan sudah tidak ada lagi pengalihan arus, harapan para tokoh masyarakat dan warga setempat khususnya Blok Leuweungbata, meminta kepada pihak terkait agar memberikan kompensasi dengan melakukan perbaikan jalan. Karena apabila jalan bagus, ekonomi akan menjadi mulus. (Tulisan ini dikirim oleh Adi Junadi, Universitas Majalengka)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...