CERITA ANDA

Inovasi Ketua RT yang Berhasil Membangun Lingkungannya

Para warga enggan beliau turun dari jabatannya.
Inovasi Ketua RT yang Berhasil Membangun Lingkungannya
Ilustrasi suasana pedesaan. (VIVAnews/Muhammad Firman)

VIVA.co.id – Namanya Wahyu. Sosok ketua RT yang menjadi panutan bagi warganya di daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi untuk Wahyu melepas jabatannya sebagai Ketua RT 05 ini. Namun para warga enggan ia turun dari jabatannya.

Cukup banyak perubahan yang ia buat di dalam lingkungannya. Wahyu mengaktifkan kembali Karang Taruna yang sempat tidak berfungsi. Tak hanya itu, di masa periodenya semua permasalahan sampah yang dulu sering dikeluhkan warga dapat teratasi dengan baik.

Dengan bantuan dari Pemerintah dan semua lini yang ada di dalamnya ia pun juga dapat membersihkan kali Ciliwung dari sampah-sampah yang berserakan dan dapat memfungsikan kali Ciliwung sebagaimana mestinya.

Pada HUT RI tahun lalu, tepatnya 17 Agustus 2015 Wahyu dapat melaksanakan perlombaan dengan memanfaatkan kali Ciliwung. Berkat kerjasama antara RT dan Karang Taruna, acara ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berbeda dengan yang lain. Selain itu, dalam periodenya Wahyu ikut andil dalam berdirinya salah satu majelis taklim yang ada di lingkungannya dan membuat lingkungannya menjadi agamis dan rukun.

Hal ini cukup terasa baik jika dibandingkan sebelumnya. Karena dengan majelis taklim ini semua warga dapat berkumpul dan bersilaturahmi satu sama lain. Dengan sosialisasi menggunakan spanduk dan menggunakan Karang Taruna sebagai wadah sosialisasi, ia berhasil menyatukan semua warganya untuk datang mengikuti majelis taklim tersebut.

Berkat pekerjaannya sebagai guru Sekolah Luar Biasa di Jakarta, ia pun memiliki sifat yang penyabar. Terbukti saat ada warga sekitar yang memiliki anak berkebutuhan khusus, Wahyu dengan sabar memberikan penjelasan kepada orangtuanya bahwa anak tersebut berhak mendapat pendidikan.

Tak hanya itu saja, program kerja lainnya adalah menyantuni anak yatim. Setidaknya dalam kurun waktu sebulan sekali, ia dan kepengurusan RT yang lain mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki penghasilan lebih dari cukup agar memberikan sedikit rezekinya untuk menyantuni anak yatim.

Di akhir periodenya ini, Wahyu sebenarnya ingin melepas tanggung jawabnya sebagai ketua RT dikarenakan kesibukan pekerjaannya. Namun warga tetap ingin ia menjabat sebagai ketua RT, karena sudah banyak hal-hal positif dan baik yang telah diubahnya dalam kurun waktu satu periode ini. (Tulisan ini dikirim oleh sfarisy20, Jakarta)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...