CERITA ANDA

'Aisyiyah Pangkep Peringati Hari Kanker Payudara Sedunia

Sebagai upaya menyelamatkan kaum perempuan dari bahaya kanker.
'Aisyiyah Pangkep Peringati Hari Kanker Payudara Sedunia
'Aisyiyah Pangkep peringati Hari Kanker Payudara Sedunia

VIVA.co.id – Halaman Rujab Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dipadati ribuan peserta jalan sehat pada Minggu, 23/10/16 lalu. Hal ini dalam rangka peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia yang digelar oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pangkep. Dalam menyukseskan kegiatan tersebut, ‘Aisyiyah Kabupaten Pangkep menggandeng Muhammadiyah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Soimah Kastolani, Cowater MAMPU Jakarta Nurus Mufidah, Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulkaf S Latief, Ketua PWA Sulsel Nurhayati Azis, Wakil Bupati Pangkep Syahban Syammana, sejumlah SKPD, organisasi perempuan, keluarga besar Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, serta ratusan guru dan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah se-Kabupaten Pangkep.

Kegiatan ini diawali dengan pelepasan jalan sehat yang melewati rute sekitar 2 km, dengan diiringi marching band IMMIM Putri. Kemudian dilanjutkan dengan tarian empat etnis yang dibawakan oleh putri Panti Asuhan Muhammadiyah Mattoangin.

Dalam sambutannya, Sulkaf S Latief menyampaikan kebanggaan Bapak Gubernur Sulsel kepada ‘Aisyiyah Pangkep yang memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia sebagai bagian dari kepedulian terhadap penderita kanker payudara seluruh dunia. Sekaligus berinisiatif  melaunching program melalui Gerakan Infaq Sayang Ibu (GISI), guna mengumpulkan donasi bagi korban kanker serta pendampingan kesehatan ibu dan anak.

“Bapak Gubernur menyampaikan rasa bangganya atas apa yang digagas oleh ‘Aisyiyah melalui peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia yang dilaksanakan di Kabupaten Pangkep. Upaya ‘Aisyiyah ini tentunya harus didukung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep sebagai upaya menyelamatkan kaum perempuan dan kaum ibu dari bahaya kanker,” ujar Sulkaf S Latief.

“Salah satu penyebab terjadinya kanker adalah faktor makanan. Makanan instant yang tidak jelas kandungannya bisa menjadi pemicu kanker. Sehingga tepat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan , saya mengkampanyekan kepada semua yang hadir untuk banyak mengomsumsi ikan yang lebih sehat dan sejak dini bisa terhindar dari bahaya kanker. Melalui momentum Hari Kanker Payudara atau yang disebut Pink Day ini, maka bersama kita canangkan Kabupaten Pangkep sebagai Kabupaten Peduli Gerakan Infaq Sayang Ibu (GISI), Donasimu Selamatkan Ibu,” tambah Sulkaf.

Selain sambutan gubernur Sulsel yang dibacakan oleh Kadis Perikanan dan Kelautan, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana turut menyampaikan apresiasinya bahwa apa yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah melalui program MAMPU dalam memberdayakan kaum perempuan telah membantu Pemerintah Daerah dalam  memajukan kaum perempuan di daerah ini.

“Sinergitas ‘Aisyiyah Pangkep dengan Pemerintah Daerah selama ini tidak perlu diragukan lagi. ‘Aisyiyah cukup mengkoordinasikan programnya kepada Bapak Bupati dan saya sebagai wakil bupati. Maka kami akan mendukung sebagai upaya mempercepat kemajuan daerah sebagaimana 12 program unggulan Kabupaten Pangkep. Tak lupa juga terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah  memberikan dukungan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan. Baik di daratan maupun kepulauan melalui program MAMPU,” tutup Syahban.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep, Sri Hajati Fachrul mengungkapkan bahwa peringatan Pink Day ini merupakan tahun kedua dan selalu menjadi peringatan terbesar dalam mengkampanyekan kepada banyak pihak tentang pentingnya kesehatan reproduksi. Seperti pencegahan kanker baik serviks maupun payudara sebagai penyakit pembunuh pertama dan kedua bagi kaum perempuan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas binaan ‘Aisyiyah Pangkep di akar rumput.

“Peringatan kampanye Pink Day ‘Aisyiyah Pangkep dirangkaikan dengan berbagai kegiatan. Seperti lomba duta kanker, jalan sehat , penandatangan MoU Antara ‘Aisyiyah dan Lazismu, Tabligh Akbar tahun baru Islam 1438 H, dan dialog serta temu bisnis yang menghadirkan pelaku penggerak ekonomi mikro yang menginspirasi seluruh peserta yang hadir,” tutup Sri Hajati. (Tulisan ini dikirim oleh Nhany Rachman Khan, Koordinator Program MAMPU 'Aisyiyah Pangkep)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...