CERITA ANDA

Sejumlah Klenteng di Jawa Tengah Terkena Musibah

Banyak arca-arca Dewa yang dicuri dari altarnya.
Sejumlah Klenteng di Jawa Tengah Terkena Musibah
Kongco Kaki Semar Ismoyo di kuil Budi Luhur Sejati juga diincar pencuri.

VIVA.co.id – Beberapa kuil atau klenteng di Jawa Tengah diam-diam terkena musibah. Kimsien atau arca Kongco (Dewa) yang dipuja di altar dalam klenteng, hilang dicuri orang. Satu klenteng malah nyaris musnah terbakar. Sejumlah biokong atau juru kunci klenteng menceritakan hal itu.

Mereka, Tonny (58) dari Klenteng Demakan-Juana, Mak Lastri (55) dari Klenteng Pati-Kota, Mulyono (50) dari Klenteng Undaan-Kudus, Kundori (45) dari Klenteng Kudus-Kota, Mak Sutijah (68) dari Klenteng Budi Luhur-Semarang, ditambah Sugandi (88) ketua yayasan kuil Welahan- Jepara.

Kuil Demakan-Juana, kehilangan Kongco Kwan Khong, Dewa Keadilan yang semula berada di kuil Welahan-Jepara. Pencurinya diduga pria yang menyamar seperti orang gila. Karena itu dibiarkan berada di sekitar kuil. Begitu pria itu pergi, arca Kongco Kwan Khong juga raib dari altar. Peristiwa itu sempat dilaporkan ke Polres Pati. Pengusutan dilaksanakan tapi polisi belum bisa menangkap pelakunya. Edi Siswanto, ketua yayasan klenteng Pati meminta kasus itu tak perlu di blow-up. Sebab bisa membuat umat menjadi resah.

Klenteng Pati-Kota beberapa kali kecurian kimsien. Pelaku diduga orang yang kerap pergi ke klenteng ini. Si pencuri tahu jam rehat biokong dan tahu persis tempat arca kongco yang diincarnya. Tapi pelaku tak berani mencuri arca Hok Tik Tjing Sin, kongco utama kuil itu. Pencurian tak terjadi lagi setelah orang yang diduga pelakunya tak pernah datang ke klenteng.

Kejadian aneh di klenteng Undaan-Kudus. Suatu waktu satu arca kongco hilang dari altar. Fajar buta esok harinya, biokong menemukan arca yang dicuri tergeletak di tanah di belakang kuil. Si pencuri tampaknya takut kualat karena perbuatannya. Buru-buru ia mengembalikan arca itu dengan meletakannya di belakang kuil.

Adapun aksi pencurian arca kongco di Klenteng Kudus-Kota, modus operandinya seperti di kuil Pati-Kota. Setidaknya, dua sampai tiga arca kongco berhasil disikat pencuri. Setelah biokong dengan cermat mengamati tiap orang yang masuk klenteng. Sejak itu tak ada lagi arca kongco yang hilang dicuri orang.

Di kuil Budi Luhur Sakti Semarang, pencuri berhasil menggondol arca Makco Dewi Kwan Iem Poo Sat. Siapa pelakunya? Menurut juru kunci klenteng, siapa lagi kalau bukan orang yang sering bersembahyang di klenteng itu. Mustahil orang asing berani membetot arca kongco dari altarnya begitu saja, jelas biokong kuil ini.

Sejak terjadi aksi pencurian beruntun terhadap arca kimsien di kuil-kuil, banyak pengurus klenteng di Jawa Tengah, terutama klenteng yang pernah disatroni tangan jahil, memasang CCTV. Kamera CCTV ditempatkan tersembunyi dan tak terlihat orang. Kamera CCTV baru aktif secara otomatis, ketika ada orang mendekati altar dalam jarak tertentu.

Dari rangkaian kasus pencurian arca kimsien yang terjadi di klenteng-klenteng. Disimpulkan, pelakunya 95 persen orang yang sembahyang di klenteng tersebut. Kejahatan ini sekarang menunjukan tren sangat menurun ketika klenteng-klenteng mulai dipasangi CCTV.

Mengapa orang mencuri kimsien? Sejumlah biokong berkata, arca buatan empu dari Cina ratusan tahun silam itu banyak diminati kolektor benda kuno yang tak segan membeli dengan harga tinggi dari siapapun. Alasan lain, ada orang-orang tertentu ingin memiliki arca kimsien itu untuk dipuja di rumah mereka sendiri.

Para biokong percaya, pencuri arca kongco di klenteng cepat atau lambat akan dihampiri bencana dalam hidupnya, malah nyawa jadi taruhan. Musibah akan diwariskan pada anak cucu turun-temurun. Sehingga tak aneh jika di antara yang mencuri arca kongco, setelah sadar lalu cepat-cepat mengembalikannya ke klenteng. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, JawaTengah)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...