CERITA ANDA

Kekuatan di Balik Perjuangan Seorang Ibu

Batin ibu juga pernah disakiti perilaku ayah yang tidak baik.
Kekuatan di Balik Perjuangan Seorang Ibu
Ilustrasi. (Pixabay)

VIVA.co.id – Ibu adalah sosok wanita yang kuat dan penyabar menghadapi ketiga anaknya. Ia bekerja keras mencari uang dengan cara membuka usaha laundry dari pagi sampai malam. Tidak ada istirahat untuk membahagiakan anak-anaknya.

Ia sangat sayang dengan anak-anaknya dengan cara yang berbeda. Setiap anak-anaknya yang pulang lewat dari jam 9 malam, maka tidak diperbolehkan masuk ke rumah. Tetapi karena ia tidak tega anaknya terkunci di luar, akhirnya ia membuka pintu dan memaafkan anaknya.

Setiap hari dari pagi sampai malam ibu bekerja mencari uang dengan membuka usaha laundry-nya. Dan ia sendiri yang mengerjakan. Karena usahanya ini baru saja dibuka dan belum mempunyai karyawan. Setiap hari ia mengantar dan mengambil pakaian pelanggan di berbagai tempat. Tidak ada istirahatnya saking ia ingin mencari uang untuk anak-anaknya.

Dengan keadaan yang tidak sempurna seperti orang lain, ia tidak pantang menyerah dan tidak putus asa. Keadaan beliau yang tidak sempurna dikarenakan kakinya yang sudah tidak normal. Saat itu terjadi musibah yang menimpanya, yaitu kecelakaan mobil sampai ia tidak bisa lagi berjalan normal. Kemudian ditambah lagi, ia mengalami kecelakaan di daerah Wijaya, yaitu ditabrak seorang pengguna sepeda motor yang membuat kakinya menjadi tambah tidak normal lagi sampai sekarang.

Banyak cobaan yang menimpa dirinya. Bukan hanya sakit fisik karena kecelakaan, tetapi batinnya juga disakiti oleh ayahku dengan kelakuannya yang tidak baik. Tetapi ibu selalu sabar dengan cara beribadah meminta kepada Allah agar pintu hati suaminya dibukakan sehingga bisa berubah dan kembali kepada ibu. Pada suatu hari, akhirnya ayahku terbuka pintu hatinya dan kembali bersama ibu.

Ibu selalu menuruti semua keinginan anak-anaknya. Ibu tidak mau melihat anaknya sedih karena keinginannya tidak dituruti. Ibu yang sangat baik dan sayang kepada anak-anaknya, walaupun dia sering disakiti oleh anak-anaknya. Dalam arti, jika disuruh untuk mengerjakan sesuatu selalu membantah, dan ibu tidak pernah marah.

Walaupun pendidikan ibu tidak sampai sarjana, tetapi ibu bisa mengajarkan dan membantu tugas anak-anaknya bila mereka mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Ibu ingin anak-anaknya sukses, dan bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi daripadanya.

Dulu ibu ingin sekali berkuliah sastra inggris di UNJ. Ibu sebenarnya berhasil masuk ke universitas yang ia inginkan. Tetapi karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, ibu akhirnya memilih untuk tidak kuliah di tempat yang ia idamkan. Ibu wanita yang sangat pintar dan wawasannya sangat luas. semua pengetahuan dikuasai olehnya, sampai anak-anaknya malu karena tidak bisa mengikuti perjalanan pendidikannya. (Tulisan ini dikirim oleh Karina Dwi Ranu Saputri, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Nasional, Jakarta)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...