CERITA ANDA

Perjuangan Ibu Penjual Gorengan di Malam Hari

Ia pun rela tidak tidur hanya untuk mengais rupiah.
Perjuangan Ibu Penjual Gorengan di Malam Hari
Ceu Marwah menggoreng dengan memakai tangan kosong. (U-Report)

VIVA.co.id – Dikenal banyak orang karena keahlian menjual gorengan dengan menggunakan tangan kosong. Senyumnya yang ramah dan wajahnya yang khas selalu diperlihatkan kepada semua pelanggannya. Ia selalu semangat mengerjakan pekerjaan sehari-harinya. Tak terlihat sedikitpun ia berputus asa atau mengeluh dengan pekerjaannya.

Marwati atau biasa dikenal dengan sapaan Ceu Marwah kesehariannya bekerja sebagai penjual gorengan. Ceu Marwah lahir di Bumiayu, daerah perbatasan antara Tegal dan Kebumen. Saat ini, ia sudah berumur 60 tahun dan memiliki 3 orang anak. Suaminya meninggal 10 tahun silam akibat penyakit yang dideritanya.

Ceu Marwah sudah menjanda selama 6 tahun. Beliau ditinggalkan oleh suaminya yang bernama Agus Purwanto. Dahulu suaminya bekerja sebagai kuli di sebuah proyek. Dari hasil perkawinannya mereka dikaruniai 3 orang anak. Di antaranya 1 orang anak perempuan dan 2 anak laki laki.

Anak pertamanya bernama Mustikawati dan sudah menikah. Mustikawati dibawa oleh suaminya dan bertempat tinggal di Jakarta. Anak ke 2 bernama Eri Purnomo sudah menikah juga. Pekerjaan Eri Purnomo sendiri patut dibanggakan karena dia berhasil menjadi seorang marinir. Anak ketiganya bernama Susilo Wati dan sudah bekerja di sebuah pabrik tekstil.

Ceu Marwah berkerja sebagai tukang gorengan untuk membiayai kebutuan sehari-harinya. Selain membuat gorengan, ia juga menjual bihun, lontong, dan juga candil. Ia membeli bahan bahan baku jualannya pada hari libur yaitu Sabtu atau Minggu. Dengan ruangan persegi berukuran 4x3 meter beliau memasak dan menjajakan barang jualannya itu.

Warung Ceu Marwah buka pada jam 12 malam sampai jam 7 pagi. Terkadang jika masih banyak pembeli, warungnya bisa tutup pada jam 8 pagi. Ia memiliki keahlian yang cukup aneh yaitu bisa menggoreng dengan menggunakan tangan kosong. Tangannya dia pakai untuk membolak balikan gorengan yang sudah dimasukkan ke wajan yang berisi minyak panas. Banyak orang yang ingin melihat aksinya tersebut. Alhasil warung Ceu Marwah tak pernah sepi dari pembeli dan bahkan terkadang harus sampai antri untuk bisa membeli gorengannya yang cukup terkenal tersebut.

Ceu Marwah sudah menjual gorengan sejak tahun 1997. Warungnya berada di Bogor Tengah, tepatnya di daerah Ceremai Ujung. Orang-orang sekitar sangat mengenalinya karena keramahannya kepada semua orang. Ia juga seorang pekerja keras dan sangat menikmati pekerjaanya tersebut. Ia adalah sosok ibu yang baik hati, rajin beribadah, dan semangat menghadapi kehidupan ini.

Terkadang ia juga suka bercanda gurau dengan pembelinya. Sifat humoris yang dimilikinya itu menambah keistimewaan dalam dirinya. Ia rela bekerja pada tengah malam di saat orang-orang sedang tertidur lelap. Seperti tidak ada rasa capek dalam dirinya. Ia membeli bahan, membuat adonan, dan memasak dengan tenaganya sendiri.

Kesederhanaan melekat dalam dirinya. Ia selalu bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dimilikinya. Penghasilan yang ia dapatkan juga cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-harinya. Ia tak pernah sedikit pun mengeluh dan selalu tetap tersenyum walaupun harus bekerja di saat orang-orang sudah tertidur. Terkadang ia pun rela tidak tidur Hanya untuk mengais rupiah.

Ia adalah sosok yang sangat kuat walaupun umurnya sudah tidak muda lagi. “Segini juga saya mah sangat bersyukur sekali. Mudah-mudahan saja dikasih umur panjang dan sehat terus sama Allah,” begitulah harapannya yang sangat sederhana dan murah hati itu. Sosok seperti dia patut diteladani bagi semua orang, khususnya bagi anak muda zaman sekarang. (Tulisan ini dikirim oleh Rayhan Harasta & M Marfiza Siregar, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...