CERITA ANDA

Papa, Selalu Menjadi Pahlawanku Selamanya

Ia meninggal akibat penyakit kanker nasofaring yang dideritanya.
Papa, Selalu Menjadi Pahlawanku Selamanya
Papaku, Pahlawanku

VIVA.co.id – Mempunyai hidup dengan tekad yang kuat, pria kelahiran Bangka, 24 April 1956 bernama Alkantri Azhar ini adalah sosok pria yang selalu saya panggil papa. Ia adalah anak ke-6 dari 15 bersaudara. Mengenyam bangku pendidikan S1 di Fakultas Teknik Universitas Pancasila selama 11 tahun tidak membuat papa tumbuh menjadi sosok pria yang mudah menyerah.

Justru hal itu membuatnya memiliki banyak pengalaman bahwa kesuksesan seseorang tidak bergantung seberapa cepat ia lulus. Namun, menurutnya, kesuksesan seseorang tegantung dari seberapa besar usaha orang tersebut untuk mencapai kesuksesannya dan seberapa luas wawasan serta skill yang orang tersebut miliki. Ya, dan hal itulah hal yang selalu ia tanamkan terhadap anak-anaknya.

Sejak remaja, papa sudah terbiasa hidup mandiri. Merantau ke Jakarta dan jauh dari orang tua. Mencoba melawan kerasnya kota Jakarta dan mengadu nasib di Jakarta, membuatnya tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan tidak selalu menggantungkan apapun kepada orang lain. Tak pernah mengeluh dan pekerja keras adalah hal yang membuat saya menjadikannya panutan hidup.

Bekerja dari pagi hingga datangnya gelap malam di salah satu perusahaan besar di kota Jakarta. Melawan ramainya kemacetan kota Jakarta setiap hari dilakukannya demi menghidupi keluarganya. Menurutnya kesuksesan yang ia dapatkan dari mulai menjadi staf karyawan biasa, hingga dipercaya menjadi direktur utama di perusahaan tempat ia bekerja sejak 28 tahun lalu itu adalah hasil dari segala usaha, kesabaran, serta doa dari istri dan anak-anaknya.

Pada usia 59 tahun, ia menutup mata untuk selamanya. Tepatnya pada hari Sabtu, 2 Mei 2015 akibat penyakit kanker nasofaring yang dideritanya sejak 2 tahun terakhir. Perjuangannya melawan rasa sakit, tidak pernah mengeluh, tidak ingin menyusahkan orang lain, dan berusaha untuk selalu terlihat kuat di depan anak-anaknya. Sosok itulah yang selalu dimiliki papa dan tidak pernah berubah sampai detik-detik terakhir umurnya.

Berbadan kekar, berwajah sangar, beralis tegas, dan rambut beruban adalah salah satu hal yang selalu menjadi ciri khas dari papa. Ia selalu senang membuat orang lain terlihat takut dan segan melihat wajah sangarnya. Bukan seseorang yang murah senyum. Namun, sebenarnya ia adalah sosok pria yang mempunyai selera humor tinggi, dan selalu senang meledek orang lain dengan kata-katanya yang lucu dan tidak disangka.

Papa selalu memiliki cara sendiri dalam menjaga anak-anaknya. Papa adalah tipe orang tua yang posesif dengan anak-anaknya. Terkadang caranya menjaga anak-anaknya sering terlihat berlebihan di mata orang lain. Namun, hal itulah yang menjadikannya sosok ayah terbaik dari yang paling terbaik yang selalu saya rindukan saat ini kehadirannya.

Apapun akan ia lakukan. Dari hal yang ia mampu lakukan, sampai hal yang tidak mampu ia lakukan. Apapun akan selalu diusahakan dan dilakukannya demi membahagiakan anak dan istrinya. Berbeda dari sosok ayah yang lain, namun itulah papaku. Pahlawanku. (Tulisan ini dikirim oleh Analuna Amanda, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...