CERITA ANDA

Mahasiswa Kelautan ULM Jawab Tantangan Poros Maritim

Klub selam berbasis keilmuan ini didirikan oleh 14 mahasiswa.
Mahasiswa Kelautan ULM Jawab Tantangan Poros Maritim
Foto bersama usai Mubes I MDC-ULM. (U-Report)

VIVA.co.id – Dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah laut. Kalimat ini seringkali menjadi andalan dalam seminar, kuliah, bahkan perbincangan di warung kopi. Secara matematis, Indonesia memiliki wilayah perairan yang terdiri dari 17.508 (ada yang mengatakan 18.000) pulau dengan panjang garis pantai 95.181 km. Luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2.

Potensi ini dijawab Kabinet Kerja, Jokowi-JK dengan program pembangunan utama adalah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Yakni sebuah Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada ekonomi kelautan, pertahanan keamanan, dan budaya maritim. Selain itu, Indonesia juga kelak diharapkan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain di dunia dalam berbagai bidang kelautan. Mulai dari ekonomi, iptek, pertahanan dan keamanan, sampai cara menata pembangunan kelautan (ocean governance).

Namun, cita-cita mulia ini tak akan tercapai jika semua stakeholder tidak turut terlibat untuk turun tangan. Hal inilah yang mendasari mahasiswa program studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat mendirikan klub selam dengan nama Marine Diving Club Universitas Lambung Mangkurat yang disingkat MDC-ULM.

Klub selam berbasis keilmuan ini didirikan oleh 14 mahasiswa, yakni Misbachul Munir, Akhmad Refky, M. Haithami Damoiko, Budimansyah, Attabatul Ghulam, Hasbullah, Miftahurrahman, Muhammad Firzatullah, Muhammad Naufal, Muhammad Fatahul Karim, Ferdinan Erlando Sahata Tanjung, Kalitos Yohanes Kristiawan, Ahmad Syahril, dan Nirwan Dessibali. Serta ditemani tiga dosen yakni Nursalam, Dafiuddin Salim, dan Ulil Amri.

Setelah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) I di Gedung II Fakultas Perikanan dan Kelautan Kampus Banjarbaru ULM, dari Jumat (7/10/2016) hingga Sabtu (8/10/2016) yang lalu, MDC ULM akan diresmikan sekaligus pelantikan pengurus akan dilaksanakan pada Selasa (18/10/2016) mendatang. Dalam Mubes tersebut telah ditetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) dan rekomendasi MDC-ULM.

Selain itu, ditetapkan pula ketua dan pengurus, serta Dewan Pertimbangan Organiasi (DPO) dan Dewan Pembina. Misbachul Munir, yang terpilih sebagai nakhoda MDC-ULM untuk periode 2016-2017 menyampaikan kalau klub selam ini dibentuk mengingat letak geografis dengan sektor kelautan yang merupakan potensi terbesar dalam wilayah Republik Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.

Selain itu, sebagai mahasiswa Ilmu Kelautan harus mengambil peran serta didorong akan tanggung jawab dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan maritim. "MDC-ULM bertujuan untuk mengembangkan kelembagaan yang profesional berbasis keilmuan dan kemampuan penyelaman yang handal," ujar Munir.

Fakta fisik, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari kurang lebih 17.000 pulau, dengan garis pantai sekitar 95.181 km, termasuk di Kalimantan Selatan yang memiliki potensi kelautan yang sangat besar. "Dengan potensi besar ini, kami hadir dengan berdasar pada tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kelautan. Khususnya dunia bawah laut," ujar Munir sapaan akrabnya. (Tulisan ini dikirim oleh Nirwan Dessibali)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...