CERITA ANDA

Wisata Pantai Bondo Jangan seperti Pantai Pungkruk

Wisata pantai ini mulai terusik hal-hal yang tidak santun.
Wisata Pantai Bondo Jangan seperti Pantai Pungkruk
Tenda payung dari sebuah kafe di lokasi wisata Pantai Ombak Mati Bondo, Jepara.

VIVA.co.id – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sebagian wilayahnya berada di garis pantai Laut Jawa Utara. Bahkan, punya Kecamatan Karimunjawa di Kepulauan Karimunjawa, sekitar tiga jam pelayaran dengan kapal cepat dari Pantai Jepara. Jepara sendiri punya beberapa lokasi wisata pantai yang kemolekannya tak kalah dengan pantai-pantai di Bali.

Sebagian besar lokasi wisata pantai itu dalam kondisi perawan atau setengah perawan. Kendati satu lokasi wisata yaitu Pantai Pungkruk, sudah tak perawan lagi. Lokasi-lokasi wisata pantai di Jepara antara lain Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Blebak, Pantai Telukawur, Pantai Empu Rancah, Pantai Pailus, Pantai Karimunjawa, Pantai Ombak Mati Bondo (POMB) dan Pantai Pungkruk.

Khusus Pantai Pungkruk, perkembangannya negatif karena berubah menjadi tempat 'wisata seks' berselubung kafe dan karaoke. Wakil Bupati Jepara, H. Subroto memutuskan untuk menutup lokasi wisata Pantai Pungkruk dan tak pernah akan dibuka lagi. Sedangkan POMB di Kecamatan Bangsri, perlu dicermati perkembangannya.

Obyek wisata ini belum dikelola Pemkab Jepara. Jika tanpa pengawasan yang sepadan, bisa berubah seperti Pungkruk. Menjadi wisata seks, dan akhirnya ditutup paksa oleh Pemkab. Dua puluh tahun lalu, POMB (17 km Timur Jepara), suasana alam dan lingkungannya masih perawan. Ketika itu, Bondo masih berfungsi sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bagi para nelayan setempat yang membawa pulang ikan hasil tangkapannya dari laut.

Jalan menuju Pantai Bondo dari jalan raya Jepara-Mlonggo saat itu masih berupa jalan desa sempit tak beraspal. Karena panorama dan keindahan pantainya sangat memukau, sehingga sudah mulai didatangi wisatawan. Kini perkembangan wisata POMB sungguh menakjubkan. Jalan menuju pantai sudah diaspal halus dan bisa dilalui mini bus. Setiap hari wisatawan berdatangan. Jumlahnya pun bisa membludak pada hari Minggu dan hari-hari libur.

Pantai Ombak Mati Bondo (POMB) disebut ombak mati karena lautnya jernih landai, tenang tak bergelombang seperti laut lain. Anak-anak bisa bebas mandi di laut tanpa khawatir terseret ombak. Pantainya berpasir putih dan relatif bersih. Angin laut bertiup sepoi-sepoi basah sepanjang hari. Sungguh menyegarkan.

Kini perkembangan POMB memprihatinkan, terutama sejak Pungkruk ditutup. Cafe-cafe mulai muncul dan operasional non-stop dengan pramusaji seksi dan menjual minuman keras. Fakta ini seakan menguatkan dugaan bahwa Pungkruk diam-diam hijrah ke POMB. Suasana dan pemandangan POMB siang hari juga mulai tak nyaman dan tak sehat. Banyak pasangan ABG di lokasi wisata itu, tak malu-malu erat berpelukan atau pangku-pangkuan, bahkan berciuman dengan penuh nafsu. Apakah ini gejala POMB menuju kemaksiatan?

Wakil Bupati Jepara, H. Subroto, lewat jejaring socmed mengatakan, “Seluruh lokasi wisata di daerahnya termasuk POMB harusnya dikontrol intensif. Mencegah agar lokasi wisata tak berubah menjadi tempat maksiat seperti Pungkruk. Saya akan serius pikirkan itu,” tandas H. Subroto. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...