CERITA ANDA

Orangtua Sebagai Guru Pertamaku

Kedua orangtuaku sama-sama lahir dari keluarga yang tidak mampu.
Orangtua Sebagai Guru Pertamaku
Orangtua adalah guru pertamaku.

VIVA.co.id – Sosoknya tidak pernah tergantikan. Mereka adalah Rohani dan Suparni. Pasangan ini menikah pada 5 Juni 1993, sudah 24 tahun. Tinggal di suatu desa dengan penduduk kurang lebih hanya 120.000 jiwa, tidak mengecilkan semangat mereka untuk kebahagiaan serta cita-citanya kelak.

Pendidikan ayah hanya sampai Sekolah Dasar (SD) saja. Sedangkan ibu lulus sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Biaya sekolah yang masih mahal pada saat itu, membuat pendidikan bukanlah prioritas utama bagi mereka. Berlatar belakang dari keluarga yang hampir sama-sama tidak mampu, membuat mereka harus terus bekerja keras untuk menghidupi sang buah hati.

Pekerjaan ayah sehari-hari adalah sebagai pedagang kaki lima di depan kantor LIPI. Sedang ibu hanya di rumah saja. Berjualan nasi uduk di kawasan perkantoran di Jakarta, dengan suasana ramai itu yang membuat ayah selalu setia pada pekerjaannya. Ayah selalu mulai memasak dari jam satu hingga jam lima pagi. Ketika orang-orang sedang tertidur, tetapi ayah sudah harus terbangun karena tuntutan kebutuhan harus selalu terpenuhi. Demi kelangsungan hidupnya.

Sewaktu masih di bangku Sekolah Dasar (SD), guru yang kukenal hanyalah ketika dalam kegiatan sekolah. Tetapi peran orangtua pada saat kecil selalu terabaikan. Namun, ketika masuk di bangku kuliah, aku sadar bahwa sebenarnya guru pertamaku adalah orangtua. Kasih sayang, perhatian, dan cinta mereka terhadap keadaan anaknya, itulah pelajaran yang dapat diambil motivasinya.

Ayah tidak pernah memaksa anaknya untuk bekerja keras, seperti halnya mereka pada masa lalunya. Pribadinya yang taat pada keyakinannya, memberikan kekuatan untuk terus memperjuangkan anaknya sampai menjadi sosok yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Semangat itu tertanam dalam diri anaknya hingga saat ini. Pelajaran itu selalu terpakai mulai dari hal kecil hingga menyelesaikan masalah besar. (Tulisan ini dikirim oleh Wisnu Hadikusuma, Jakarta)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...