CERITA ANDA

Sekolah Kesehatan Rakyat Ala PMII

Beberapa pengajar di sekolah ini adalah mahasiswa pasca sarjana
Sekolah Kesehatan Rakyat Ala PMII
Sesi diskusi antara warga di kelas ibu-ibu kader Sekolah Kesehatan Rakyat

VIVA.co.id – Sekolah Kesehatan Rakyat merupakan sebuah wadah bagi para penyuluh kesehatan yang digagas oleh Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia. Sekolah Kesehatan Rakyat ini sudah ada sejak lama. Saat ini pengajar atau penyuluh dalam sekolah ini masih kalangan internal PMII FKM UMI. Hal ini dipertegas oleh Ketua PMII FKM UMI, Zulkarnain Rajaq.

"Pengajar masih berasal dari kalangan internal PMII FKM UMI. Nah, untuk itu maka kami sedang mendesain satu pola untuk lebih memasifkan Sekolah Kesehatan Rakyat ini. Tentunya  kami akan bekerja sama dengan lembaga kesehatan lain. Seperti teman-teman organisasi perawat yang bergerak dalam kegawatdaruratan, ataupun kedokteran dan profesi lainnya."

Selain mengubah pola dalam gerakan Sekolah Kesehatan Rakyat, PMII FKM UMI juga berencana akan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Hal ini juga bagian dari memperkuat basis yang secara otomotis menambah personel atau SDM yang ada di Sekolah Kesehatan Rakyat.

"Kami berencana menggelar Mapaba untuk memenuhi tuntutan kaderisasi yang akan berdampak ke Sekolah Kesehatan Rakyat. Di sini bukan berarti SDM yang kami jalankan selama ini tidak memadai, bahkan beberapa pengajar di Sekolah Kesehatan Rakyat ini berasal dari pasca sarjana di beberapa kampus di kota Makassar. Ini menandakan kami tidak sendiri, tetapi kami juga mengajak alumni PMII FKM untuk turun gunung dan hal itu ternyata disambut baik," tutur Rajaq yang juga mahasiswa tingkat akhir program studi Ilmu Keperawatan UMI.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengajar yang saat ini sedang menempuh studi di program pasca sarjana FKM UMI, Sri Elsa Andriani mengatakan jika keterlibatan ia bersama sahabat-sahabat lain dalam Sekolah Kesehatan Rakyat ini adalah bentuk dukungan. Dia berharap agar kegiatan yang berbasis di akar rumput dengan latar belakang health education yang juga merupakan win-win solution bagi persoalan kesehatan yang saat ini dihadapi dapat tetap berjalan. Dan minimal ini menandakan bahwa bukan saja pemerintah yang selalu disalahkan, tetapi kita sebagai kaum muda Nahdlatul Ulama juga punya tanggung jawab yang sama. (Tulisan ini dikirim oleh Abdul Rasyid Tunny, Makassar)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...