CERITA ANDA

Bisakah Bayi Aqila Sembuh dari Hydrocephalus?

Mereka kehabisan biaya untuk membawa Aqila kontrol ke RSUD Tuban.
Bisakah Bayi Aqila Sembuh dari Hydrocephalus?
Aqila sekarang yang sudah berusia 19 bulan

VIVA.co.id – Pasangan Sucipto (24) dan Afitasari (22) tak menyangka anak pertamanya mengidap Hydrocephalus,  kepala membesar akibat penumpukan cairan di otak. Guna menyelamatkan si anak, mereka pun rela menjual semua harta. Dari mulai tanah, sapi, motor hingga berutang ke bank. Anak selamat, tapi muncul problem baru. Karena miskin, mereka tak mampu mengontrolkan anak ke rumah sakit secara rutin.

Pasangan yang bermata pencaharian sebagai buruh tani dan hidup serba pas-pasan ini tinggal di pelosok desa. Yaitu Desa Bopong, Sugihwaras, RT.02/RW.01, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tak lama setelah menikah, Afitasari hamil. Sejak bulan ke empat hingga bulan ke sembilan, Afitasari rajin kontrol pada bidan desa setempat dan dinyatakan tidak ada kelainan.

Saat Afitasari melahirkan bayi perempuan, dia pun di tolong bidan desa, berjalan lancar dan normal. Bayinya dinamakan, Aqila Feby Anggraeni. Betapa senang Sucipto dan Afitasari istrinya atas kelahiran buah hatinya itu. Sayang, kegembiraan itu berujung kepedihan berkepanjangan hingga sekarang. Berawal saat Aqila berusia 38 hari, mendadak ia diserang demam tinggi dan kejang-kejang. Atas saran bidan, Aqila dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuban, 160 km dari desa.

Tiba di RSUD, Aqila dalam kondisi kritis bahkan koma selama delapan hari. Tapi ia bisa diselamatkan. Setelah 19 hari dirawat di RSUD Tuban, Aqila dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. Sebulan di rumah, terjadi perkembangan mencemaskan. Terdapat benjolan di kepala Aqila dan dari hari ke hari kian membesar.

Cemas terjadi sesuatu yang fatal, Aqila pun kembali dibawa ke RSUD Tuban. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui kalau Aqila menderita Hydrocephalus. Guna menyelamatkan nyawanya, ia harus dioperasi di RSUD Karangmenjangan Surabaya untuk mengurai cairan di kepalanya.

Suami istri ini akhirnya membawa pulang Aqila ke rumah. Mereka tak bisa segera membawa ke RSUD Surabaya karena harus mengumpulkan uang untuk biaya operasi. Sebulan kemudian, setelah menjual semua harta berharga, termasuk tanah, motor, sapi, dan utang ke bank, terkumpulah sejumlah uang untuk biaya operasi di RSUD Surabaya yang jaraknya 200 km dari Desa Bopong Sugihwaras.

Sepekan setelah tim dokter RSUD Surabaya melakukan observasi, dilakukanlah operasi di kepala Aqila. Dokter menanam selang di balik kulit dan disalurkan ke usus, untuk mengalirkan cairan agar tak menumpuk berlebihan di otak. Sepekan kemudian Aqila dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, dengan catatan setiap minggu, Senin dan Kamis, harus kontrol di RSUD Tuban.

Kontrol rutin itu guna memonitor perkembangan kesehatan si bayi. Selain itu guna mengetahui selang di tubuh Aqila, apakah masih pada posisi yang tepat. Hingga Aqila berusia 12 bulan, kontrol rutin dilaksanakan. "Setelah itu, kami kehabisan biaya untuk membawa Aqila mondar-mandir ke RSUD Tuban. Kami tak bisa secara rutin membawa Aqila ke rumah sakit," keluh Sucipto.

Menurut Sucipto, dulu ketika Pemkab Tuban masih beri bantuan dan dia masih bisa mengangsur BPJS sebulan Rp 76.500, Aqila bisa dikontrolkan secara rutin. Sesudah Pemkab tak memberi bantuan dan dia tak mampu bayar iuran BPJS, sejak itu Aqila tak bisa kontrol dengan rutin. “Sesekali jika ada yang memberi bantuan, saya baru bisa bawa Aqila kontrol,” tambahnya.

Sekarang usia Aqila sudah 19 bulan. Perkembangan kesehatannya relatif baik, meski secara fisik cukup menyedihkan. Sebab pada usianya kini, anak itu belum mampu mengangkat/menyangga kepalanya sendiri. Ini yang membuat Afitasari sang ibu, kerap dilanda kesedihan dan berguman, "Bisakah Aqila anakku sembuh dari penderitaan Hydrocephalus-nya".

Perangkat Desa Bopong Sugihwaras, Parengan, Tuban, tak henti-henti membantu mencari donatur bagi kesembuhan Aqila. Satu nomor disediakan perangkat desa, 082132352017, bagi donatur yang mungkin terketuk hatinya dan bersedia memberi bantuan demi kesembuhan Aqila Feby Anggraeni. Siapakah dermawan itu? (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...