CERITA ANDA

Sosok Sahabat Terbaikku

Ia sangat sederhana dan selalu siap membantu keluarganya.
Sosok Sahabat Terbaikku
Ilustrasi sahabat. (U-Report)

VIVA.co.id – Hanifa Puji Utami adalah wanita kelahiran Bekasi, yang memiliki paras cantik nan manis dibalut dengan balutan hijab yang memperkaya parasnya. Dia selalu mengutamakan salat lima waktu. Cocok dengan namanya, Hanifa, yang memiliki arti berpegang teguh pada ajaran Allah SWT. Ipeh biasa dia dipanggil, seorang wanita yang pandai dalam hal menulis blog di dunia maya. Kini, ia kuliah di Universitas Pancasila sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yang bercita-cita sebagai bagian dari produksi sebuah film.

Impian terbesarnya hanya untuk kedua orang tuanya agar dapat melaksanakan rukun Islam ke-5. Yaitu naik haji dengan uang jerih payahnya sebagai pekerja jurnalis nantinya. Periang, pandai bergaul, santai dan berjiwa sosial adalah sifatnya. Dengan aksen Jawa yang khas membuat spesial suara dan karaktermya. Wanita kelahiran Bekasi, 4 Agustus 1995 ini memiliki hobi traveling. Keindahan adalah kunci utama dirinya menyukai traveling.

Seorang wanita yang selalu memakai pakaian lengan panjang dan celana jeans, menandakan dirinya memiliki kesederhanaan. Cocok sebagai adik dan kakak yang hidupnya ingin menolong keluarga dan membantu mereka. Dia pun akhirnya mencari penghasilan sendiri dengan membuka jasa kreatif untuk mahasiswa berupa crafting.

Ia aktif dalam berbagai seminar dan organisasi sebagai anggota dan peserta. Ia juga salah satu ketua di keanggotaan fakultas di bawah naungan bidang satu senat Fakultas Komunikasi. Memiliki tanggung jawab dalam memegang amanat yang diberikan kepadanya. Selalu bersemangat untuk menuntut ilmu di Fakultas Ilmu Komunikasi. "Usaha dulu loh, baru tahu hasilnya. Ayo, ayo, bisa, bisa, pasti bisa!" Itulah salah satu kalimat yang ia ucapkan demi menyemangati teman-temannya.

Menjadi kakak yang selalu dibutuhkan oleh teman- teman lainnya. Selalu memberikan saran yang dapat sangat membantu temannya. Mengungkapkan apa yang ia suka atau tidak. Menyukai film horor dan mencintai film Indonesia. "Hargai film dalam dulu, baru kalian bisa berhasil di dunia jurnalistik maupun multimedia," ucapannya saat ia menyampaikan opininya.

Salah satu kegiatan yang sekarang ia lakukan adalah membaca novel yang berjudul Dilan. Ia sampai mengoleksi novelnya karena sangat menyukai karakter di novel tersebut. Terkadang dia menyanyikan dan mendengarkan lagu-lagu lawas. "Lagu zaman dulu tuh enak-enak tahu," ucapnya dan dilanjutkan dengan bernyanyi lagu tersebut.

Di saat dia serius, dia akan serius. Namun, di saat bercanda tawa, maka dia ikut bergembira. Hal apa yang membuat ia senang? Masa apa yang paling dia sukai? Dia hanya menjawab dengan santai, "Saat ini dan masa yang akan datang, Insya Allah." Sebuah kalimat yang indah bila didengar. "Hiduplah sebaik-baiknya," tutur Hanifa. Wanita berusia 20 tahun ini sekarang sangat bahagia dengan hidupnya. “Dia tak akan membebani hamba-Nya, jika kau tahu kau sanggup menghadapinya," ucapnya saat ia memberikan moto hidupnya”. (Tulisan ini dikirim oleh Rifa Aisatu Ulfa Z, Fikom, Universitas Pancasila, Jakarta)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...