CERITA ANDA

Ulang Tahun Kelenteng Hok Tik Bio Rembang ke-161 Tahun

Ritual akbar berupa kirab keliling kota akan digelar di acara ini.
Ulang Tahun Kelenteng Hok Tik Bio Rembang ke-161 Tahun
Sekitar Kelenteng Hok Tik Bio mulai dijaga aparat Polres Rembang.

VIVA.co.id – Tanggal 15 September 2016, tepat 161 tahun usia kelenteng atau kuil Hok Tik Bio yang terletak di Jl. KS Tubun, Desa Pulo, Rembang, Jawa Tengah. Untuk merayakan cut-bio atau ulang tahun kelenteng, akan diadakan ritual akbar (dilakukan 10 tahun sekali), berupa kirab keliling kota, pada Minggu 11 September 2016. Peserta kirab terdiri dari 48 kelenteng di Jawa yang akan hadir di perayaan itu. Akhir Agustus 2016 lalu, belasan hotel dan losmen di Rembang dan Lasem (11 km Timur Rembang), sudah full di-booking para tamu dari luar kota peserta kirab.

Semasa sekolah di SD Masehi Rembang, kemudian di SMP Negeri 2 Rembang tahun 1965-an, jika malam hari saya suka nonton Wayang Poo Thay Hie di Kelenteng Kidul, sebutan lain Kelenteng Hok Tik Bio. Cerita paling top saat itu adalah Sie Tieng Shan dan Sie Jien Kui, pendekar Tiongkok kuno yang bisa berubah jadi macan putih.

Usai pertunjukan saya dan teman-teman takut pulang dan tidur di bawah panggung wayang. Sebab saat itu malam amat pekat dan belum ada listrik. Ditambah cerita mulut ke mulut mengatakan kalau di sekitar kelenteng pada malam hari kerap muncul harimau jadi-jadian.

Saat itu, kelenteng pemuja Khongco (Dewa) Hok Tiek Cing Sien (Dewa Bumi/Dewa Rejeki) ini masih sederhana dan sempit. Panggung wayang Poo Thay Hie, harus didirikan di tepi tebing. Bahkan, sebagian menggantung di atas ceruk yang di bawahnya terhampar sawah. Tetapi kini, bangunan kelenteng ini sudah megah. Luasnya berpuluh kali dari pada dulu. Di depannya ada gerbang kokoh berhias ornamen liong dan macan. Warga sekitar menganggap kuil ini keramat. Acap kali tampak macan putih berada di sekitar kelenteng.

Kota Rembang mempunyai dua kelenteng. Satu di Kidul/Selatan yaitu Kelenteng Hok Tik Bio, juga disebut kelenteng lelaki, satu lagi kelenteng perempuan yang berada di Lor/Utara yaitu Kuil Tjoe Hwie Kiong, memuja Dewi Samodra yaitu Makco Thian Siang Sing Boo. Dua kelenteng ini saling berkaitan. Konon dulu, Kuil Tjoe Hwie Kiong, satu lokasi dengan Kuil Hok Tik Bio. Kelenteng Tjoe Hwie Kiong berusia 175 tahun, lalu dipindah dekat muara Sungai Karanggeneng, di dekat pelabuhan Rembang sampai sekarang.

Dari Yayasan Dwi Kumala yang mengurus dua kelenteng di Rembang didapat informasi kalau arak-arakan kirab cut-bio Kelenteng Hok Tik Bio nanti akan diikuti 48 kelenteng di Jawa. Setiap kelenteng membawa arca Kongco, yang dipikul di atas kio/tandu oleh belasan orang. Pagi hari kirab bergerak dari Kelenteng Hok Tiek Bio, menuju dan singgah sejenak di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong. Setelah itu, semua peserta berurutan di barisan masing-masing, kembali lagi ke Kelenteng Hok Tik Bio menjelang sore dan seluruh rangkaian acara dinyatakan selesai.

Khongco Hok Tiek Cing Sien dipuja di altar utama dan menjadi tuan rumah Kelenteng Hok Tiek Bio Rembang. Lahir di daratan Tiongkok tahun 1134 SM. Semasa hidup menjabat sebagai menteri cukai, namun bijak pada rakyat miskin. Saat meninggal di usia 105 tahun, digantikan pejabat yang sangat kejam pada rakyat. Rakyat mohon bantuan pada arwah suci Hok Tiek Cing Sien dengan mendirikan kuil-kuil sederhana di sawah, rumah, ladang, atau di mana pun juga. Yang setia memuja Khongco Hok Tiek Cing Sien, akhirnya mendapat keselamatan dan rezeki melimpah.

Popularitas kelenteng lelaki Hok Tiek Bio masih kalah dengan kelenteng perempuan Tjoe Hwie Kiong. Para pejiem-sien (peziarah atau tamu) dari luar daerah lebih sering singgah sembahyang di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong yang lokasinya sangat strategis di tepi jalan raya pantura Rembang-Semarang atau Rembang-Surabaya.

Momen ritual kirab akbar 10 tahunan yang diadakan nanti ini diharapkan dapat mendongkrak pamor Kelenteng Hok Tiek Bio. Setidak-tidaknya sejajar dengan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.  (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...