CERITA ANDA

Warisan Anies Baswedan yang Patut Dijaga

Saatnya kita menjadi pagar untuk menjaga tradisi itu.
Warisan Anies Baswedan yang Patut Dijaga
Orangtua antar anaknya pada hari pertama masuk sekolah di SDN Tebet Timur 07, Jakarta, Senin, 18 Juli 2016. (VIVA.co.id / Irwandi Arsyad)

VIVA.co.id – Publik sempat dikejutkan dengan masuknya nama Anies Baswedan sebagai salah satu menteri yang dicopot Presiden Joko Widodo dari jabatannya. Tentunya berbagai respons bermunculan. Ada pro dan ada yang kontra dengan kebijakan Presiden Joko Widodo ini. Seperti apa yang penulis temui di kalangan sesama mahasiswa pasca perombakan Kabinet Kerja, rata-rata di antaranya mereka mempertanyakan pencopotan ini yang juga bagi penulis lebih beraroma politis ketimbang akademis.

Namun terlepas dari aroma politik, ada beberapa hal yang patut dijaga oleh kita pasca pencopotan Anies Baswedan yang juga salah satu tokoh yang penulis akui sebagai tokoh pendidikan yang tak pernah kehabisan ide cerdasnya. Satu terobosan baru yang dibumikan oleh Anies Baswedan yaitu Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Patut diakui suksesnya Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tak terlepas dari tangan dingin sang pemimpin gerakan ini. Anies Baswedan mendesain gerakan ini sedemikian rupa hingga membumi dari kota sampai ke pelosok desa, dari Jakarta sampai seantero Nusantara. Anies Baswedan membangun kesadaran kolektif tentang apa artinya peran orang tua di era modernisme yang mengikis peran orang tua itu sendiri. Inilah warisan Anies Baswedan yang patut kita jaga, yang patut kita kenang sebagai terobosan akhir setelah mendapatkan kesempatan memimpin lembaga Pemerintah.

Penulis yakin jika Anies Baswedan tak akan kehabisan peran dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan. Hal ini dibuktikan sebelum Anies Baswedan duduk di Pemerintahan sudah banyak kontribusinya dalam dunia pendidikan Indonesia. Indonesia sebagai sebuah Negara patut berbangga dengan terobosan Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, sebab ini adalah bagian dari revolusi mental di dunia pendidikan. Selain itu, Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah adalah bentuk kepedulian yang jarang ditemui oleh anak-anak usia sekolah di era serba digital ini.

Tak banyak orang tua sadar dengan pentingnya peran orang tua dalam persoalan pendidikan anak. Yang bukan saja sebatas memenuhi kebutuhan keuangan untuk biaya pendidikan, namun Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menekankan pada peran serta orang tua dalam persoalan dukungan moral bagi sang anak dan juga menjalankan fungsi orang tua dalam hal mengetahui lingkungan sang anak termasuk lingkungan sekolah.

Gerakan ini, menitik beratkan pada bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan guru sang anak. Sebab pola komunikasi yang terbangun bisa mempermudah sang anak dalam dunia pendidikan. Jika komunikasi antara orang tua dan pihak penyelenggara pendidikan dalam hal ini guru sangat masif, maka yakin dan percaya sesungguhnya di situlah inti bagaimana mengetahui segala sesuatu tentang sang anak berkaitan dengan persoalan pendidikannya.

Peran serta orang tua dalam dunia pendidikan yang dikemas di akhir masa kepemimpinan Anies Baswedan adalah sebuah prestasi luar biasa. Di mana orang tua ikut dilibatkan dalam persoalan pendidikan anak. Dampak dari gerakan ini memang tak terlihat secara kuantitas, tapi secara kualitas. penulis yakin ini sangat berdampak pada anak.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...