CERITA ANDA

Lokalisasi PSK Pati masih Tetap Eksis

Dua tahun ini gelar upacara Hari Kemerdekaan RI.
Lokalisasi PSK Pati masih Tetap Eksis
Detik-detik Proklamasi pada upacara HUT Kemerdekaan RI bagi para PSK di KB dan LI, Pati. (Heru Christiyono Amari)

VIVA.co.id – Dua lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) atau wanita tuna susila (WTS) yang lokasinya bersandingan, Kampung Baru (KB) dan Lorong Indah (LI) di Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah tak bergeming atas tekad  Menteri Sosial, Kofifah Indarparawangsa, yang akan menutup lokalisasi PSK di seluruh Indonesia. Terbukti, KB dan LI masih eksis dengan jumlah penghuni terdiri PSK dan Mucikari atau Germo relatif stabil. Eksistensi mereka diperlihatkan dengan menggelar upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dua tahun berturut-turut ini.

Lokalisasi KP dan LI, lokasinya relatif strategis dan mudah didatangi setiap saat, karena di tepi (Selatan) Jalan Raya Pantura (pantai Utara), antara Pati-Kudus Km.05. Tempat plesiran para lelaki hidung belang ini, resmi operasional dari pukul 12.00 (siang hari) hingga 24.00 (tengah malam). Namun, acapkali, jam resmi itu berlaku fleksibel. Jam awal operasional bisa lebih pagi. Adapun waktu tutup, bisa lebih malam melebihi batas waktu yang ditentukan. Terkadang atas syarat dan pertimbangan tertentu, lelaki bisa bermalam di situ.

Dua kompleks lokalisasi itu, dibawah monitoring dan pembinaan sejumlah fihak. Terutma oleh Pemkab Pati dalam hal ini Dinas Sosial Pati, aparat Polsek Margorejo, Koramil Margorejo, dan para tokoh masyarakat, seperti ulama dan organisasi massa tertentu yang dipercaya. Peran paling menonjol terkait pembinaan kaum marginal yaitu PSK dan Germo di KB dan LI, dilaksanakan jajaran Koramil Margorejo dan Kodim 0718 Pati. Sejumlah Staf Kodim, dibantu hampir seluruh anggota Koramil itu, terjun melakukan pembinaan pada para WTS dan Germo.

Salah satu upaya pembinaan yang dilakukan Kodim Pati dan Koramil Margorejo, berupa penanaman karakter disiplin dan kesadaran pada kaum marginal itu. Terkait khususnya terhadap wawasan berkebangsaan. Satu contoh faktual, atas prakarsa Kodim dan Koramil, pada Hari Kemerdakaan 17 Agustus, menggelar upacara bendera, khusus diikuti penghuni lokalisasi KB dan LI. Upacara 17 Agustus tahun ini, merupakan yang ke-dua kalinya, setelah tahun 2015 lalu upacara seperti itu dilaksanakan.

Seperti tahun lalu, upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan bagi para penghuni KB dan LI tahun ini, bertempat di halaman depan Pasar Hewan Margorejo-Pati. Tercatat seluruh PSK dan Germo yang jumlahnya hampir 300 orang, mengikuti upacara bendera itu yang dihadiri Muspika (Camat, Danramil, Kapolsek) dan sejumlah pemuka agama, ditambah beberapa tokoh masyarakat. Istimewa lagi, Komandan Kodim 0718 Pati, Letkol.Inf.Andri Amijaya Kusumah S.Sos, bertindak sebagai Pembina Upacara.

Kata Letkol.Inf.Andri AK S.Sos, tak semua mereka mau bertahan hidup dalam kondisi seperti itu. Hal itu semata-mata karena tuntutan hidup yang membuat mereka harus seperti ini. Namun Dandim Pati merasa bersyukur, karena mereka kaum marginal, masih menghormati Merah-Putih. "Pertanda kesetiaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masih tertanam di masing-masing sanubarinya. Itu yang kita hargai", ujar Letkol.Inf.Andri SK S.Sos.

Perlu ditambahkan, terkait kebijakan Menteri Khofifah Indarparawangsa, yang awal tahun ini mengunjungi daerah Pati. Saat itu menegaskan, seluruh lokalisasi PSK di Indonesia tahun depan harus ditutup. Tidak diizinkan operasional walau dengan segala alasan. Ketegasan sikap Menteri Sosial itu, tampaknya tidak berpengaruh apapun pada lokalisasi WTS di KB dan LI. Dibuktikan dengan jumlah PSK dan Germo, stabil pada kisaran 250-300 orang. Tidak pernah berkurang, sebaliknya bisa bertambah. (Tulisan ini dikirim Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tenah).

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...