CERITA ANDA

Kepedulian KKN 135 UMM pada Kesehatan Warga Desa

Antusiasme warga yang peduli dengan kesehatannya cukup besar.
Kepedulian KKN 135 UMM pada Kesehatan Warga Desa
Pengobatan gratis oleh KKN 135 UMM

VIVA.co.id – Pada hari Rabu (10/8), kelompok KKN 135 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan pengobatan gratis bagi warga desa Tempursari. Penawaran pengobatan gratis kepada pasien dibagi rata di empat dusun, yaitu Tempursari Utara, Tempursari Selatan, Sumbergentong Utara, dan Sumbergentong Selatan.

Salah satu program kerja dari divisi kesehatan ini bertempat di Balai Desa Tempursari dengan mendatangkan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Universitas Muhammadiyah Malang. Karena desa yang dapat dibilang luas, maka kelompok KKN 135 ini ikut menyediakan dalam hal penjemputan para pasien.

Pada saat kami melakukan penjemputan warga desa tempursari, ternyata banyak warga yang sangat membutuhkan pengobatan, tetapi tidak memiliki kendaraan untuk berobat. Dan pada saat kita melakukan penjemputan, ada salah satu warga yang bernama bapak Lucas yang hidup sebatang kara dan beliau berjalan dengan dibantu alat bantu jalan.

Saat itu ia bilang kepada kami bahwa dia memiliki keluhan kesehatan yang selama ini dia alami. Ia mengatakan bahwa ingin sekali berobat tapi tidak bisa karena  tidak tahu untuk pergi ke Puskesmas dan tidak memiliki kendaraan untuk berobat. Di situ kami merasa pengobatan gratis dengan cara menjemput warga adalah salah satu program yang sangat membantu warga, terutama warga desa Tempursari yang kurang mampu.

Antusiasme warga yang peduli dengan kesehatannya di Desa Tempursari ini cukup besar, dilihat dari jumlah pasien yang berjumlah 66 orang. Rata-rata usia pasien yang datang ke pengobatan gratis ini berumur 60 tahun ke atas. “Dengan adanya program kerja pengobatan gratis ini, diharapkan dapat membantu warga Desa Tempursari yang sangat membutuhkan pengobatan, lebih khususnya untuk warga  yang kurang mampu," ujar Syaiful Hidayatullah, kordes KKN 135 UMM". (Tulisan ini dikirim oleh Aina Shoufia dan R. Achmad Abu Chori, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...