CERITA ANDA

Parkir Liar di Makassar Tak Terkontrol

Banyak pungutan di kawasan gratis parkir.
Parkir Liar di Makassar Tak Terkontrol
Parkir motor di badan jalan dekat Anjungan Pantai Losari, Makassar. (Dok.Pribadi)

VIVA.co.id - Sejumlah kawasan di Kota Makassar, seperti pantai Losari, depan Mall Panakukang, sampai seluruh mini market, kita bakal menemui sekelompok anak di bawah umur yang menjadi tukang parkir. Kalaupun ada yang orang dewasa itupun tanpa diberi satu identitas resmi apakah ini benar adanya tukang parkir atau sejumlah anak yang iseng untuk mendapatkan penghasilan.

Penulis memberi apresiasi untuk pemerintah Kota Makassar yang terus memberikan perbaikan pada tempat-tempat umum seperti Pantai Losari yang dulunya tak punya penjaga saat ini sudah disiapkan beberapa anggota Satpol PP di area tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang luput dari perhatian pemerintah kota misalkan, pemerintah sudah menerapkan kebijakan Hari Bebas Kendaraan atau istilah kerennya Car Free Day. Hari Bebas Kendaraan ini tentunya terletak di sepanjang Jalan Penghibur yang merupakan anjungan Pantai Losari, secara otomatis orang yang ingin menikmati hari bebas kendaraan akan memarkir kendaraanya di sekitar Jalan Penghibur bahkan Jalan Penghibur sampai penuh, di sinilah sering adanya tukang parkir yang bisanya menjadikan momen ini sebagai lahan penghasilan, bahkan tarif parkirnya mencapai “Tiga Ribu Rupiah”.

Di beberapa pasar tradisional di Kota Makassar juga begitu keadanya, seperti di Pasar Senggol Kota Makassar di sana tarif parkir juga sama persis dengan yang terjadi pada saat Car Free Day di Losari, bahkan di Mini Market yang jelas-jelas ada tulisan bebas parkir saja, terkadang sekolompok pemuda menjadi tukang parkir tanpa identitas tersebut.

Nah, hal ini juga terjadi di beberapa layanan publik seperti di Puskesmas, kantor, dll. Jika hal ini masuk ke kas pemerintah kota tak ada masalah bagi penulis.  Penulis juga menemukan oknum parkir liar yang terjadi di kantor Telkom  yang di sana ada tulisan “Parkir Gratis”, namun oleh satpam setempat ditutupi oleh karton, sehingga satpam setempat bisa menjadi dua profesi sekaligus, yaitu satpam dan juga tukang parkir.

Perlunya perhatian penuh oleh pemerintah Kota Makassar dengan memperbaki manajemen parkir kota dengan mengawasi parkir-parkir liar dan menindak parkir liar tanpa pandang bulu tentunya akan memberi dampak finansial bagi pemerintah kota. (Tulisan ini dikirm oleh Abdul Rasyid Tunny, Makassar)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...