CERITA ANDA

Hujan Lebat di Acara Pernikahan Sahabat

Acara ini sempat diduga akan berantakan karena hujan.
Hujan Lebat di Acara Pernikahan Sahabat
Acara pernikahan Ummul Karimah.

VIVA.co.id – Menikah merupakan salah satu sunah bagi umat Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang sudah menikah juga akan dilipatgandakan pahala yang dihasilkan dalam pengaplikasian hidup yang sejalan dengan syariat agama. Begitupun yang baru saja dilakukan oleh Ummul Karimah, putri pertama dari tiga bersaudara Almarhum  Addu, pria asal Sumenep yang menikahi perempuan Pamekasan, lebih tepatnya Kecamatan Palengaan.

Mol sapaan akrab Ummul Karimah, yang menikah dengan pria asal Sumenep, Kecamatan Pasongsongan. Pernikahannya berlangsung pada Rabu, 20 Juli 2016 di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota. Mol dan pasangannya terlebih dahulu melangsungkan akad nikah di masjid terdekat, yaitu Masjid Darussalam Pangarangan, sebelum datang ke tempat resepsi pernikahan yang terletak di sebelah selatan rumah sekitar 50 meter.

Akad nikah yang dihadiri oleh beberapa orang dari kedua mempelai berlangsung sekitar jam 09.00 WIB. Pada waktu yang bersamaan, gerimis datang langsung disusul oleh hujan yang begitu lebat memberikan pemandangan yang kurang mengenakkan bagi tuan rumah serta tamu-tamu yang mau atau pun sudah berada di tempat acara.

Hal ini membuat penerima tamu yang bertugas menerima dan menjaga kue serta air kemasan segera menutup keduanya dengan banner. Kursi-kursipun basah, lalu beberapa orang segera mengambil tindakan untuk mengelap kursi yang basah. Sedang yang lainnya mengerjakan pekerjaannya masing-masing, seperti di dapur, di parkiran, dan sebagainya.

Tak lama kemudian, hujan pun reda. Lalu beberapa menit kemudian kedua mempelai datang yang diiringi oleh beberapa orang dari mempelai pria tanda akad nikah sudah selesai. Keluarga Mol menunggu dan menyambut dengan senyuman bahagia. Kedua mempelai akhirnya masuk, lalu duduk di tempat yang sudah disediakan.

Pembawa acara akhirnya memulai jalannya acara, seiring dengan beberapa tamu yang berlalu lalang mulai hadir dan langsung mencari kursi yang masih kosong. MC memaparkan sedikit tentang pernikahan sebelum dilanjutkan ke agenda pidato tunggal. Ustaz dengan gamis putih akhirnya menaiki panggung yang diletakkan di depan rumah. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan tak lupa meminta maaf atas kekurangan yang ada.

Penjelasan bahwa pernikahaan merupakan hal yang mulia diselipkan dalam pidatonya. Tak jarang ia juga menyampaikan manfaat pernikahan serta mendoakan kedua mempelai agar pernikahannya membawa berkah. Para undangan menyimak penyampaian yang berhubungan dengan pernikahan dengan seksama.

Sajian sepiring nasi menjadi penutup acara yang dilanjutkan dengan menyantap es podeng setelahnya. Pembagian konsumsi dimulai dari deretan belakang, yaitu undangan laki-laki dan dilanjutkan ke deretan yang ditempati undangan perempuan. Dalam acara pernikahan ini sudah memunculkan persepsi akan berantakan setelah sempat diguyur hujan. Akan tetapi Tuhan berkata lain. Saat akan dimulai perayaan pernikahan, hujan reda dan matahari bersinar kembali tanpa ada mendung yang menutupinya. (Cerita ini dikirim oleh Syahid Mujtahidy, Pamekasan)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...