CERITA ANDA

Delapan Bulan Luka Bakar Sumarni Tak Diobati

Sumarni akhirnya dapat dirawat gratis di RSUD hingga sembuh.
Delapan Bulan Luka Bakar Sumarni Tak Diobati
Ilustrasi terkena luka bakar. (blokbojonegoro.com)

VIVA.co.id – Sumarni, 32 tahun, perempuan malang dalam segalanya. Tak berorang tua, saudara pun juga tak ada. Selamanya tanpa pasangan hidup. Sehari-hari tinggal di rumah sederhana sendirian. Para tetangganya di Dukuh Ngasem, Desa Batealit, RT.23/RW.03, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, acuh tak acuh padanya. Malah ada yang menjauhinya sebab Sumarni dianggap orang "sakit ingatan".

Berbahaya jika didekati. Dia menderita penyakit syaraf, jelas Rumiati, seorang mahasiswi yang tinggal sedesa dengan Sumarni. Darinya, terungkap derita mengerikan yang dialami Sumarni. Selama delapan bulan, sebagian tubuhnya mengalami luka bakar berat. Warga dan perangkat desa nyaris tak ada yang menolong. Akhirnya Rumiati menjadi "malaikat kecil" bagi Sumarni.

Atas kecekatan mahasiswi ini, Sumarni pun terselamatkan. Dia dikirim dan kini dirawat gratis di RSUD RA Kartini, Jepara. Sampai sembuh. Perihal luka bakar di leher, punggung, pinggang belakang, dan bahu kanan belakang Sumarni, itu bermula saat perempuan ini sedang memasak di dapur rumahnya, delapan bulan lalu.

Tiba-tiba penyakit syarafnya kambuh dan dia tak mampu mengontrol dirinya. Saat dirinya sadar, dia baru tahu jika bagian belakang tubuhnya mengalami luka bakar. Peristiwa itu tak pernah diceritakan Sumarni pada siapapun. Dia juga tak pernah berobat ke Puskesmas terdekat. Dia paham dirinya orang miskin, tak mampu membayar obat yang dibutuhkan. Dia juga tak ingin merepotkan tetangga, dengan mengeluh dan minta bantuan atas musibah yang dialami.

Rasa panas dan perih dari luka bakar di tubuhnya berbaur dengan perut lapar karena kesulitan memasak makanan apapun dirasakannya sendiri. Sekitar sepekan setelah Sumarni tertimpa musibah, para tetangga mulai curiga. Mereka tak melihat aktivitas Sumarni di sekitar rumahnya, seperti hari-hari sebelumnya. Pintu rumah selalu tertutup, seakan tidak berpenghuni.

Beberapa tetangga memberanikan diri menengok dan sangat terkejut melihat Sumarni tidur telungkup dibalai-balai. Sebagian punggungnya memerah, kulitnya seakan terkelupas, akibat luka bakar. Sejak itu para tetangga membantu Sumarni. Memberi makan dan seadanya merawat lukanya. Warga tak berani membawanya ke rumah sakit karena biaya yang besar.

Luka Sumarni tak sembuh, malah kian parah. Kebetulan pertengahan Juni 2016 lalu, Rumiati melakukan survey di RT.23/RW.03 tempat Sumarni tinggal. Mengetahui kondisi Sumarni yang gawat, dia pun menghubungi pimpinan daerah. Atas instruksi pimpinan daerah, Sumarni akhirnya dengan cepat dibawa dan dapat dirawat secara gratis hingga sembuh di RSUD RA Kartini, Jepara. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jateng)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...