CERITA ANDA

Suka Mengamuk, Dua Adik-Kakak Dipasung

Mereka tidak pernah sakit kendati menjalani hidup yang tak sehat
Suka Mengamuk, Dua Adik-Kakak Dipasung
Ilustrasi pasung.

VIVA.co.id – Siti Kastiningrum, 33 tahun, dan kakak lelakinya, Bambang Sunaryo, 38 tahun, sungguh malang nasibnya. Sejak tahun 2003, tiga belas tahun lalu, keduanya harus hidup dalam pasungan. Kakinya dirantai, agar tidak bisa ke mana-mana. Mereka penderita sakit jiwa tergolong berat sehingga kerap membahayakan orang-orang di dekatnya. Mereka bahkan suka merusak apapun, milik siapapun, yang bisa diraihnya.

Kedua kakak beradik ini merupakan penduduk Desa Ngabul-Cemoro, Rt.01/Rw.02, Kecamatan Ngabul, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Awal derita penyakit jiwa mereka tidak atau belum diketahui secara pasti. “Kemungkinan dampak dari kehidupan berat membuat jiwa mereka terguncang. Sebab orang tua mereka tergolong keluarga miskin atau tak mampu,” kata perangkat desa setempat yang tak mau disebut jatidirinya.

Siti Kastiningrum lebih parah kondisi kesehatan jiwanya dibanding kakaknya. Dia paling kerap marah. Orang tua dan saudara-saudaranya sangat ketakutan menghadapi amukannya. Acap disertai dengan merusak benda-benda di dalam rumah. Rantai yang mengikatnya, seringkali dikenakan di kedua kakinya. Maksudnya, jika salah satu rantai putus, masih ada rantai satu lagi.

Bambang Sunaryo yang dianggap tidak begitu parah sakit jiwanya pernah dibawa berobat secara tradisional ke sebuah pondok pesantren di Demak. Beberapa bulan tinggal di pondok itu, Bambang Sunaryo tidak pernah sembuh malah menjadi lumpuh, sama sekali tak bisa berjalan. Sehari-hari cuma bersimpuh duduk. Jika bergerak pun dengan beringsut-ingsut. Pria ini akhirnya dibawa pulang oleh keluarga. Pihak keluarga pesimis dan berkesimpulan kalau Bambang Sunaryo dan Siti Kastiningrum tak dapat disembuhkan dari penyakit jiwanya.

Di rumah sendiri, mereka ditempatkan terpisah. Si kakak berada di bagian belakang luar rumah. Tanpa busana, teronggok begitu saja di atas tanah tanpa atap atau alas apapun. Jika hujan kehujanan dan kalau panas kepanasan. Sedangkan Siti Kastiningrum, menghuni sebuah bilik sempit tanpa pintu di belakang rumah. Lantai bilik itu berupa tanah hitam. Jika hujan, bilik kemasukan air karena tanpa pintu tadi. Keadaan bilik jadi amat lembap dan dingin. Entah apa yang terjadi, mereka selama ini tidak pernah sakit kendati bertahun-tahun menjalani kehidupan sangat tak sehat seperti itu.

Keadaan Bambang Sunaryo dan Siti Kastiningrum yang dipasung didengar oleh Wakil Bupati Jepara, DR. H. Subroto. Pejabat ini cepat mengeluarkan perintah pada kepala desa dan camat supaya secepatnya melepas pasungan kakak-beradik itu. Mereka diminta membawanya ke Rumah Sakit Seruni, Jepara, agar memperoleh pengobatan dan perawatan yang memadai. Mudah-mudahan Bambang Sunaryo dan Siti Kastiningrum bisa dan segera disembuhkan. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...