CERITA ANDA

PSK 'Lorong Indah' Pati Dilatih Keterampilan Menjahit

Diharapkan kegiatan ini dapat menggugah kesadaran mereka.
PSK 'Lorong Indah' Pati Dilatih Keterampilan Menjahit
Jajaran Kodim Pati memberi petunjuk cara menjahit. (U-Report)

VIVA.co.id – Jajaran Kodim Pati, Kodam Diponegoro Jawa Tengah/DIY, bersama Pengurus Daerah (PD) Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Pati, memberikan pendidikan keterampilan menjahit kepada Pekerja Seks Komersial (PSK) penghuni lokalisasi 'Lorong Indah' (LI), Margorejo, Pati. Selama tiga bulan, tepatnya sejak April 2016, setiap hari Kamis pagi, para PSK berbondong-bondong datang ke Markas Koramil Margorejo untuk dididik keterampilan menjahit.

Di sela-sela kegiatan itu, juga disisipi sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS. Diharapkan kegiatan itu bisa memberi bekal keterampilan dan pengetahuan bagi para PSK. Sehingga mereka tergugah kesadarannya untuk segera kembali hidup normal di tengah-tengah masyarakat dengan mandiri.

Kegiatan sosial Kodim 0719/Pati tersebut sudah diawali sejak tahun lalu. Peralatan mesin jahit dan mesin obras sebanyak 12 unit diperoleh atas bantuan dari Edy Siswanto, seorang pengusaha otomotif di Kota Pati. Kegiatan ini setiap tahun akan terus dilaksanakan oleh jajaran Kodim Pati dan PD Persit KCK Pati, sampai suatu saat lokalisasi ‘Lorong Indah’ yang kini dihuni lebih 300 PSK itu tutup atau ditutup seperti target Kementerian Sosial RI.

Bersamaan dengan itu, para dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam, Kudus, juga memberikan keterampilan di bidang masak-memasak kue kering dan keterampilan salon kecantikan. Lokasi praktik untuk dua kegiatan itu berlokasi di ruang pertemuan dalam kompleks lokalisasi "LI". Maka relatif lengkaplah bekal-bekal keterampilan yang diberikan pada para PSK tersebut.

Dalam jangka satu-dua bulan, keterampilan-keterampilan itu diperkirakan sudah bisa dikuasai para PSK. Setelah semuanya didapat, tinggal para PSK itu sendiri yang memutuskan akan segera meninggalkan tempat mesum itu, atau sebaliknya masih ingin terus berlama-lama dengan berbagai alasan. Misalnya, tidak berniat hidup secara wajar karena harus berjuang, atau tetap ingin jadi PSK karena mudah mendapat uang dengan cepat dan dengan jumlah yang relatif banyak. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...