CERITA ANDA

Mentega Tengkawang dari Bengkayang

Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Bupati Bengkayang.
Mentega Tengkawang dari Bengkayang
Penyerahan bantuan mesin tengkawang.

VIVA.co.id – Pohon tengkawang merupakan salah satu  tumbuhan  khas Kalimantan. Buahnya sangat bermanfaat untuk dijadikan berbagai produk seperti minyak, mentega, kue, es krim, produk kosmetik, dan obat-obatan herbal.

Dalam rangka meningkatkan turunan produksi buah tengkawang, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional (LPS-AIR) memberi bantuan berupa peralatan press pembuat minyak buah tengkawang dan pembuat tepung buah tengkawang kepada Kelompok tani Tengkawang Layar.

Pada tanggal 2 Juni 2016 ini, penyerahan dilakukan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Untan kepada kelompok tani Tengkawang Layar, Dusun Malayang, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah MSc, QAM mengatakan, peralatan ini merupakan salah satu bantuan bentuk pengabdian perguruan tinggi, khususnya Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura pada masyarakat Desa Sahan yang telah mempertahankan kawasan hutan adatnya.

“Sebagai penghargaan kami kepada masyarakat, maka kami membuatkan alat pengolahan buah tengkawang supaya punya nilai ekonomi lebih tinggi sehingga pendapatan ekonomi masyarakat meningkat dan lingkungan pun terjaga,” kata Gusti Hardiansyah, Minggu, 5 Juni 2016.

Gusti Hardiansyah mengatakan, "Bantuan kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan membantu dalam jangka panjang. Ke depan kami akan membuat alat yang lebih modern secara otomatis, packaging, rantai penjualan, pendampingan pengolahan, akan kita lakukan".

Sementara Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, "Hari ini saya makan cokelat tengkawang, roti tengkawang, es krim tengkawang, ini sungguh luar biasa. Sebelumnya saya hanya tahu tengkawang hanya untuk dicampur nasi saja, ternyata mentega tengkawang memiliki nilai ekonomi yang tinggi".

Suryadman Gidot menambahkan, "Bapak-bapak, ibu-ibu Dusun Melayang, Desa Sahan, wajib bersyukur karena ada bantuan dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura dan LPS-AIR. Sangat jarang sekali orang mau bantu. Saya berharap peralatan ini digunakan secara baik untuk meningkatkan nilai ekonomi buah tengkawang”.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menjelaskan kalau ke depannya dia akan memprioritaskan dua kecamatan di Kabupaten Bengkayang untuk menanam pohon tengkawang terutama Kecamatan Seluas dan Jagoi. Sepanjang Daerah Aliran Sungai  (DAS) di Bengkayang juga akan ditanami pohon tengkawang.

Disela-sela kegiatan penyerahan bantuan peralatan pembuatan produk buah tengkawang, ibu-ibu Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, dilatih membuat turunan produk buah tengkawang seperti pembuatan es krim, roti, dan mentega.

Deman Huri dari LPS-AIR dalam sambutannya mengatakan, “Sebelumnya kami telah membantu pusat pelatihan, pabrik, dan tempat workshop untuk kelompok petani Tengkawang Layar dari Seakologi, Amerika Serikat. Kami sangat menghargai perjuangan masyarakat Dusun Malayang, Desa Sahan dalam mempertahankan kawasan  hutan adatnya. Sekarang  hutan adat Pangajid menjadi pusat penelitian tumbuhan shorea tingkat nasional, perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, IPB, dan UGM.” jelas Deman.

Deman juga menjelaskan kalau tumbuhan pohon tengkawang di Bengkayang sangat unik. Kalau di tempat lain berbuah empat tahun sekali, tapi di Bengkayang setiap tahun berbuah. Bahkan ada yang enam bulan sekali berbuah.

Pohon tengkawang merupakan pohon iconic Kalimantan. Sekarang keberadaannya di beberapa tempat sudah langka. Di Desa Malayang tetap dijaga dengan baik keberadaannya. “Pohon ini menjadi salah satu pohon yang mampu menjaga sistem hidrologi di Desa Sahan sehingga sumber-sumber airnya sangat bersih. Maka keberadaan pohon tengkawang harus dijaga dan ditingkatkan dengan menanam pohon tengkawang,” kata Deman.

Damianus Nadu, ketua kelompok tani Tengkawang Layar mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan peralatan dari Universitas Tanjungpura dan LPS-AIR. Kami akan memanfaatkan peralatan ini dengan baik. Ini merupakan penghargaan orang luar kepada kita, masyarakat Dusun Malayang, Desa Sahan yang telah mempertahankan kawasan hutan adat Pangajid. Dulu kami membuat mentega tengkawang secara manual, dengan bantuan mesin ini kami akan lebih cepat membuat mentega tengkawang.”

Nadu menambahkan, "Kami akan terus menanam pohon tengkawang agar semakin banyak pohon tengkawang, dan menyarankan kepada warga agar menanam pohon tengkawang di ladang-ladang mereka". (Tulisan ini dikirim oleh Deman Huri, Direktur Eksekutif LPS-AIR)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...