CERITA ANDA

TNI Imbau Siswa SD Waspadai Cacingan

Penyuluhan diberikan disela-sela pembangunan jalan poros desa
TNI Imbau Siswa SD Waspadai Cacingan
TNI dan mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai bahaya cacingan dan air tanah (Kodim Pandeglang)

VIVA.co.id – Di tengah kesibukan membantu masyarakat Desa Talagasari, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten, mewujudkan jalan poros desa, Himpunan Mahasiswa Lestari Alam Universitas Mathla'ul Anwar (Himala Unma) Banten, bersama TNI-AD dari Kodim 0601/Pandeglang, memberikan pendidikan mengenai bahaya cacingan dan pentingnya menjaga kelangsungan air tanah untuk kehidupan sehari hari pada anak-anak di desa tersebut.

Pendidikan ini menjadi satu rangkaian dalam agenda kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-96, yang melibatkan Batalyon Infanteri (Yonif) 320/ Badak Putih.

"Pengenalan bahaya cacingan pada siswa sekolah dasar merupakan kegiatan TMMD non fisik pada tahun ini. Hal ini sering kami lakukan dalam kegiatan TMMD. Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik namun pengetahuan kesehatan pun kami sampaikan pada masyarakat di sekitar lingkungan TMMD dengan harapan berguna dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Serda Makmur Buang Manalu, Babinsa Desa Talagasari di lokasi, Selasa, 24 Mei 2016.

Pada kegiatan TMMD ke 96 ini, program prioritas yang dikerjakan adalah membangun jalan poros desa, dalam rangka mewujudkan perekonomian masarakat desa madani dengan ditunjang faktor insfratuktur jalan yang baik antara Desa Talagasari dan Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum Himala Banten Desi Ratnasari menambahkan, program ini akan memberikan efek positif pada perilaku anak SD dalam lingkungan dan kehidupan mereka sehari - hari. "Contohnya mereka ketika mau jajan tentunya harus cuci tangan untuk menghindari kuman penyakit," ungkapnya.

Kegiatan ini pun disambut secara positif oleh para siswa dan kepala sekolah SDN Talagasari 3, Iip Miptahul Pahmi.  Menurutnya, kegiatan penyuluhan mengenai bahaya cacingan memang sudah diharapkan sebelumnya, karena menambah pengetahuan anak mengenai resiko cacingan dalam kehidupan sehari hari. 

"Selama ini jika melihat di lingkungan sekolah sudah dibiasakan untuk hidup sehat, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah masing - masing. Dan kami melihat dari kehadiran siswa 0,1 persen yang izin karena sakit, mungkin bermula dari kebiasaan hidup sehat," kata Miptahul.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...