CERITA ANDA

Membuat Telur Asin Hanya dalam 3 Hari dengan OSMART

Pengasinan telur dengan metode biasa butuh waktu 10-14 hari.
Membuat Telur Asin Hanya dalam 3 Hari dengan OSMART
Tim OSMART bersama UD. Rukun Jaya (U-Report)

VIVA.co.id – Telur asin adalah masakan yang berbahan dasar telur dengan cara diawetkan melalui cara diasinkan. Telur yang biasa digunakan adalah telur bebek. Hal ini dikarenakan telur bebek memiliki keunggulan, seperti cangkang telur lebih tebal, pori pori telur bebek lebih besar, nilai gizi telur bebek lebih tinggi, dan masa simpan telur bebek lebih lama.

Setiap tahun kebutuhan akan telur asin semakin meningkat. Namun permintaan tersebut belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh pengusaha telur asin. Hal tersebut dikarenakan produksi yang masih terbatas. Meningkatnya permintaan telur asin yang tidak diimbangi kapasitas produksi melatari lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya (FTP) berinovasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) Dikti 2016.

Selama ini, pengasinan telur bebek dilakukan dengan cara konvensional menggunakan media batu bata pada proses produksi telur asin. Hal ini membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga hanya mampu memenuhi sepertiga permintaan pasar.

Berangkat dari pemikiran untuk memaksimalkan kapasitas produksi, melatari Ahmad Habib Elfikri (TEP 2013), Amilia Choirurachma (TEP 2012), Syaifa Nuraini (TIP 2013), Danuh Kanara (TEP 2013), dan Sri Mursidah (TIP 2013) di bawah bimbingan Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc membuat mesin pengasin telur, OSMART (Osmotic Salted Egg Maker Technology).

OSMART merupakan alat untuk mengasinkan telur berbasis osmosis menggunakan tekanan udara yang bersumber dari kompresor. Pada sosialisasi yang dilakukan di UD Rukun Jaya, Jalan Diponegoro Gang 3 No. 41, Sisir, Kota Batu, Minggu (15/05/16) lalu OSMART dapat mengasinkan 300 butir telur hanya dalam waktu 3 hari. Padahal pengasinan telur dengan metode biasa membutuhkan waktu 10-14 hari.

Dengan demikian, OSMART dapat mengoptimalkan kapasitas produksi secara signifikan. Dipaparkan Amilia Choirurachma, alat ini tengah menjajaki proses paten. “Saat ini OSMART tengah kami urus hak patennya melalui LPPM UB. Ke depan kami harap alat ini dapat diproduksi secara massal mengingat fungsinya bagi UKM atau industri rumahan,” pungkasnya. (Cerita ini dikirim oleh Agus_s)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...