CERITA ANDA

Badan Saya Overweight

Tidak ada jalan lain kecuali saya harus mulai diet total.
Badan Saya Overweight
Ilustrasi gendut

VIVA.co.id – Pernah ngalamin yang namanya overweight alias kelebihan berat badan? Bagaimana rasanya? Apa lutut menjadi linu gara-gara tidak kuat menahan perut yang makin membuncit? Atau telinga jadi sakit karena dikomentari negatif oleh orang-orang?

Dua bulan belakangan ini, saya lagi benar-benar merasa overweight alias kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan ini lebih karena pola makan yang tidak teratur. Biasalah kalau lagi semangat kerja, makan siang pun jadi makan malam dan sehabis makan langsung lanjut tidur. Wajar kalau perut jadi semakin membuncit.

Satu hal yang bikin saya sadar kalau saya lagi kegendutan adalah ketika saya datang ke tempat setting langganan saya. Kebetulan sudah sekitar dua bulan saya enggak ke sini, dan waktu ketemu sama operator setting yang jadi langganan saya yaitu si Mbak Cindy, dia seperti kaget melihat saya, "Ini Sani? Kok mukanya beda sama waktu terakhir ke sini? Lebih besar dan pipinya jadi tembem banget," kata Mbak Cindy kebingungan.

Segitu gendutnyakah saya sampai muka saya bikin pangling? Si Mbak Cindy ini operator langganan saya yang sering saya sogok pakai ice cream biar kerjaan saya diduluin. Dan kalau dia sampai bingung lihat saya, itu artinya memang ada yang enggak beres nih.

Bukan cuma Mbak Cindy saja, teman papa saya yang kebetulan sedang datang ke rumah juga berkomentar yang sama, "De, makin gendut aja. Calon bos nih." Dibilang calon bos ya saya aminin, tapi kalimat makin gendut itu yang bikin saya lesu. Puncak dari kegendutan saya adalah saat saya yang biasanya pake baju size L sekarang naik menjadi XXL, dan celana saya mulai sempit semua. Bahkan ada baju dua tahun lalu yang enggak pernah saya pakai karena kegedean, sekarang jadi muat waktu saya pakai.

Tidak ada jalan lain kecuali saya harus mulai diet total. Dalam ingatan saya, saya sempat dua kali mengalami masa obesitas yaitu waktu kelas 5 SD dan 1 SMP. Dulu, saya punya gebetan waktu kelas 1 SMP. Namanya Lia, dan saat itu saya memang benar-benar tertarik banget sama dia. Kita sering pulang seangkot berdua karena kebetulan kita satu arah pulang.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...