CERITA ANDA

Kaswadi, Veteran Pejuang yang Berdagang Sepeda Bekas

Berdagang sepeda bekas di kota kecil ini banyak suka dan dukanya.
Kaswadi, Veteran Pejuang yang Berdagang Sepeda Bekas
Kaswadi di depan kios sepeda bekasnya. (U-Report)

VIVA.co.id – Kaswadi, 57 tahun, sehari-hari berdagang sepeda bekas di Pasar Sleko-II, Pati, Jawa Tengah. Dia bersama beberapa teman sebayanya terhimpun dalam Persatuan Pedagang Sepeda Veteran (PPSV) Pati. Dia dan teman-teman walaupun sudah lanjut usia dan termasuk veteran pejuang kemerdekaan ingin tetap eksis bekerja. Alasannya, malu dan jangan sampai meminta bantuan kepada pemerintah.

“Berdagang sepeda bekas di kota kecil seperti Pati, banyak suka dukanya.” ujar Kaswadi. Menurut veteran ini, sukanya adalah jika ada orang atau keluarga berpunya yang berniat menjual sepeda bekas miliknya. Ketika mereka tahu Kaswadi dan teman-teman adalah veteran atau pejuang, tak jarang si pemilik tak tega menentukan harga. Jadi, berapapun sepeda bekas itu dihargai oleh Kaswadi dan teman-temannya pasti akan langsung diserahkan.

Sedangkan, dukanya adalah jika datang pembeli dari kalangan rakyat miskin. Biasanya meski Kaswadi sudah memberi harga pas tanpa mengambil untung, tetap saja si pembeli tak mampu membeli sepeda darinya. Kalau sudah begitu, Kaswadi akan memutuskan menyerahkan sepeda dagangannya pada si pembeli. Dengan syarat, jika suatu waktu si pembeli punya uang, dipersilahkan melunasi kekurangannya pada Kaswadi.

Soal keuntungan berdagang sepeda bekas, menurutnya hal itu tak bisa dipastikan. Terkadang sehari bisa untung Rp 50.000 atau Rp 100.000. Bahkan kerap tak dapat untung. Meski begitu, Kaswadi dan kawan kawan tetap merasa bangga sebab keuntungan seberapa pun yang didapatnya ternyata bisa untuk menopang hidup. “Saya dan teman-teman di usia lanjut ini tak perlu meminta belas kasihan pada siapapun.” ujar Kaswadi menutup kisahnya. (Tulisan ini dikirim oleh Heruchristiyonoamari)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...