CERITA ANDA

Pramuka di Nadiku

Banyak pengalaman yang tidak bisa dituang dengan kata-kata.
Pramuka di Nadiku
Pramuka (VIVA.co.id/ Rebbeca Reifi Georgina)

VIVA.co.id – Pramuka. Siapa yang tidak kenal dengan organisasi yang sudah berumur 54 tahun, yang pada tanggal 14 Agustus 2016 ini menjadi 55 tahun? Praja Muda Karana adalah kepanjangan dari Pramuka. Organisasi yang dikenal dengan kegiatan penjelajahannya ini, telah banyak membentuk karakter muda bangsa menjadi lebih baik lagi.

Tahun 2006, saat saya masih duduk di bangku SD untuk pertama kalinya saya mengikuti perkemahan pramuka dalam rangka liburan sekolah. Lanjut di SMP, tepatnya pada tahun 2009 saya kembali mengikuti kegiatan pramuka yang bernama GOP (Giat Orientasi Penggalang). Kegiatan wajib yang harus diikuti untuk seluruh siswa siswi baru.

Di SMP ini, saya mulai bergabung dalam organisasi Pramuka. Mengikuti kegiatannya setiap hari Sabtu siang dan Minggu pagi. Kegiatannya cukup melelahkan dan membuat kulit menjadi hitam. Tapi di Pramuka ini saya menemukan apa yang saya cari, yaitu sebuah pengalaman yang tidak mungkin didapatkan orang di luar sana. Karena di dalam organisasi Pramuka kita diberi tahu bagaimana caranya memimpin, menjadi seorang leader untuk regu ataupun diri sendiri, dan belajar memahami keadaan sekitar beserta orang-orangnya.

Ada suatu event lima tahunan yang sangat dinantikan oleh Pramuka se-Indonesia, yaitu Lomba Tingkat atau lebih dikenal dengan singkatan LT. LT melalui banyak seleksi dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Pada saat itu, regu pramuka saya berjuang hingga ke tingkat nasional di Cibubur, Jakarta, pada bulan Juli 2012.

Di Buper (Bumi Perkemahan) Cibubur, kami berkompetisi dengan pramuka penggalang se-Indonesia. Berlomba-lomba untuk mendapatkan yang terbaik dengan mengikuti semua jenis perlombaan yang dilombakan saat itu. Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa sudah malam terakhir yang ditutup dengan kegiatan api unggun.

Disinilah semua regu penggalang se-Indonesia berkumpul menjadi satu untuk saling mengenal, bertukaran logo daerah, bertukaran nomor handphone, email, dan Facebook. Dan keesokkan harinya sudah pengumuman pemenang. Sayangnya, regu kami mendapatkan peringkat ke- 11. Kami tidak boleh berkecil hati karena tidak banyak penggalang, yang mendapatkan kesempatan untuk ikut berlomba di ajang nasional ini.

Ada banyak suka duka dalam mengikuti organisasi Pramuka. Sukanya adalah saat mengikuti sebuah perlombaan atau event dan mendapatkan piala sebagai penghargaan pemenang, serta setifikat yang sangat berguna. Bisa mendapatka hal-hal baru, berjelajah, bertahan hidup, dan sensasi berkemah di hutan.

Dukanya adalah saat ada teman di dalam regu yang sedang sakit saat kegiatan, ada barang perlengkapan yang tertinggal, dan saat hujan badai malam hari yang kadang terjadi membuat tenda kami roboh. Kami semua harus kuat mental dan fisik, dan terkadang sempat berdebat dengan orangtua sendiri.

Banyak pengalaman suka duka dalam Pramuka yang tidak bisa dituangkan dengan kata-kata. Pramuka adalah kegiatan yang sangat baik karena pramuka mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, jiwa korsa, dan semangat pantang menyerah. (Cerita ini dikirim oleh Sri Wahyuni Susilowati)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...