CERITA ANDA

Kebodohanku Mengikuti Kemauan Keluarga

Aku yang bodoh karena telah mengikuti kemauan orangtua dan keluarga
Kebodohanku Mengikuti Kemauan Keluarga
Kegiatan MOS-ku berjalan lancar. (U-Report)

VIVA.co.id – Cita-cita adalah suatu harapan, mimpi, dan keinginan seseorang agar dirinya bisa merasa bahagia dengan apa yang selama ini diperjuangkannya. Namun, terkadang cita-cita menjadi sebuah hal yang bisa membuat seseorang merasa tertekan, sakit hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Sehingga cita-cita yang selama ini selalu dimimpikan, diinginkan, dan diharapkan yang harus diperjuangkan harus berakhir sia-sia. Mungkin banyak mereka yang cita-citanya tidak pernah tersampaikan hanya karena keegoisan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Hanya karena keegoisan orang-orang yang ada di sekitarnya, lalu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan hal yang sia-sia? Aku juga merasakan hal yang seperti itu, tapi aku tidak sampai memutuskan untuk mengakhiri hidupku dengan hal yang bodoh dan sia-sia seperti itu. Aku tidak tahu sudah berapa banyak cita-cita yang aku ingin-inginkan selama ini, tapi yang jelas sejak aku duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, aku ingin menjadi seorang penulis.

Hum, cita-cita yang sangat cocok untuk aku yang bersifatkan anti-sosial ini. Aku sering menemukan sebuah artikel tentang mereka yang anti-sosial, di artikel tersebut aku merasa seperti sedang berkaca, aku merasa yang merasakan hal yang seperti diceritakan di dalam artikel tersebut adalah aku. Dari sanalah aku berpikir, walaupun aku orang yang anti-sosial, aku juga harus menunjukkan kalau aku adalah orang yang juga ingin dan bisa meraih kesuksesan, yang nantinya akan dipandang, dihargai, dan dikenal oleh mereka yang ada di luar sana.

Mungkin sudah banyak cita-cita bodoh yang sering aku ucapkan pada teman, sahabat, dan keluargaku. Namun, sesungguhnya aku hanya ingin menjadi seorang penulis. Alasannya? Aku rasa cukup aku dan Tuhankulah yang tahu apa keinginan yang sebenarnya dari cita-citaku ini.

Cita-citaku untuk menjadi seorang penulis harus kandas hanya karena keegoisan keluargaku. Lulus dari SMP, aku ingin melanjutkan ke sekolah agama, bukan pesantren loh, tapi MAN. Apalagi di kota tempat aku tinggal ada dua sekolah agama yang cukup dikenal di Pulau Sumatera ini. Keluargaku malah menyarankan aku untuk masuk ke STM/SMK.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...