CERITA ANDA

Keteguhan Hati Warga Negeri Lima Maluku

Belajar dari jebolnya Dam Wae Ela Maluku.
Keteguhan Hati Warga Negeri Lima Maluku
Ilustrasi Maluku. (U-Report)

VIVA.co.id – Siapa yang tak kenal Dam Wae Ela, Dam ini tentunya punya cerita tersendiri bagi warga di Desa Negeri Lima Maluku Tengah. Kala itu terjadi patahan gunung Ulak Hatu dan patahan gunung menutup aliran sungai sehingga dalam waktu beberapa jam sungai yang biasanya teraliri air itu tiba-tiba tak mengalir lagi.

Warga Negeri Lima tentunya kaget di saat bangun untuk mengambil air wudu demi menjalankan salat subuh, airnya tak mengalir, mereka pun mencoba untuk menganalisis suara gemuruh yang asalnya dari gunung. Awalnya mereka mengira ada pesawat yang jatuh, namun setelah paginya mereka mengirim beberapa utusan warga untuk melakukan pemeriksaan di gunung terkait tehentinya aliran air yang menjadi sumber air bagi warga desa tersebut.

Setelah sesampainya di gunung Ulak Hatu, mereka pun dikejutkan dengan keadaan gunung yang patah lebih tragisnya gunung tersebut menutup air sehingga terbentuklah DAM tersebut, oleh warga diberi nama Danau Wae Ela alasanya terletak pada air Wae Ela. Berjalan beberapa bulan, Wae Ela menjadi tempat wisata dan dikunjungi oleh warga Maluku, bahkan juga dari luar Maluku, namun tak bertahan lama setelah masuknya proyek Dam Wae Ela.

Perlahan tetapi pasti seperti apa yang telah diprediksikan oleh tim dari Jepang yang didatangkan khusus untuk melihat persoalan Wae Ela. Ketenaran Wae Ela karena terbentuknya Dam secara alamiah ini bukan saja menjadi yang terbesar di Indonesia, namun juga di benua Asia. Natural Dam Wae Ela terbentuk akibat runtuhnya material Gunung Ulak Hatu di Negeri Lima hingga menutupi Sungai Wae Ela.

Seperti prediksi dari ahli Jepang tepatnya Kamis 25 Juli 2013 sekitar pukul 10:30 WITA lalu. Sekitar 40 juta meter kubik air tumpah ruah ke lembah dan lantas menerjang Desa Negeri Lima yang berjarak tak lebih dari 2,5 km dan terletak tepat di bibir pantai. Akibatnya seluruh desa tersapu banjir bandang nan dahsyat laksana diterjang tsunami, hingga menyeret 470 rumah yang ada menuju Laut Banda.

Saat itu warga dibuat kebingungan bahkan sebagian seperti kehilangan harapan, bantuan pun berdatangan dari dalam maupun luar negeri, namun Jebolnya Dam Alami Wae Ela tentunya tak pernah dilupakan oleh Warga Negeri Lima. Dari Dam Wae Ela warga Negeri Lima diuji, sebab Tuhan pun berkata, "Takan Menguji Manusia melampaui kempampuan manusia itu sendiri." Peringatan bagi warga Negeri Lima yang bisa bangun dari porak-poranda desanya.

Mereka kini bangkit dan mulai membangun desanya kembali, walaupun tak seindah dulu, tetapi kebangkitan mereka dari musibah yang besar itu patut kita apresiasi jikalau ada keteguhan hati warga Negeri Lima yang dimiliki dalam cerita Wae Ela. Kini Wae Ela kembali menjadi sorotan setelah dijadikan lintasan rakit-rakit warga menuju Gunung Wasandale, yang merupakan sebuah gunung penghasil durian dan salak. (Tulisan ini dikirim oleh Elsandriani)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...