CERITA ANDA

Mahasiswa Maluku di Makassar Bahas Blok Masela

Mereka resah dengan tarik-menariknya mega proyek Masela.
Mahasiswa Maluku di Makassar Bahas Blok Masela
Narasumber Dialog Mahasiswa Maluku. (U-Report)

VIVA.co.id – Resah dengan tarik menariknya mega proyek Masela, mahasiswa melakukan dialog di Makassar pada Kamis tanggal 10 Maret 2016 tepatnya di Cafe Danau Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Dalam dialog ini, Abdul Aziz Hatuina menyampaikan sudah saatnya Pemprov Maluku harus merevisi rancangan tata ruang wilayah Provinsi Maluku dan Pemprov harus mengusulkan agar pengolahan Blok Masela itu di darat. "Pemprov harus mengusulkan ke Pemerintah Pusat sebaiknya Blok Masela itu dikelola di darat," tutur akademisi UIN Alauddin ini.

Sejalan dengan itu, Abdul Rasyid Tunny lebih menekan pada multi player efek bagi masyarakat sekitar Blok Masela. "Sebaiknya mereka lebih melihat multi player efek. Entah di laut ataupun di darat dampak lingkungan sama-sama merusak dan mengancam keberlangsungan lingkungan bagi anak cucu di Maluku akibat Masela nantinya," jelas akademisi kesehatan sekaligus aktivis Hipamalatu Makassar.

"Blok Masela syarat kepentingan, jadi yang terpenting adalah bagaimana pemberdayaan anak adat Maluku dalam pengolahan mega proyek. Jangan sampai kita menjadi penonton di tanah kita sendiri," tambah alumunus Universitas Muslim Indonesia ini.

Selain itu, Muhadi Rumlus, aktivis Maluku meminta Pemerintah Provinsi Maluku untuk lebih memperjuangkan kepentingan rakyat Maluku yang sampai saat ini jauh dari pembangunan infrastruktur. "Mereka lebih dekat ke Darwin, Australia, ketimbang ke Kota Ambon. Belum lagi kondisi dan situasi di sana sangat jauh dari pembangunan, sehingga dengan momen Blok Masela ini Pemerintah Provinsi harus menekan Pemerintah Pusat untuk pembangunan di wilayah sekitar Blok Masela," tambahnya.

Dialog ini diusung oleh Hipamalatu Makassar dengan menggandeng LSM Planning Maluku dan Scemma Pwk. "Kami berencana melakukan dialog Masela jilid II dengan medatangkkan ahli setelah kali ini kami sudah satukan pendapat terkait Masela. “Sebagai anak Maluku kami terpanggil untuk melaksanakan kegiatan ini,” jelas Ketua Scemma Pwk, Fajrin Paty. (Tulisan ini dikirim oleh Tunny)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...