CERITA ANDA

Tips Mengatur Keuangan Tanpa Berutang

Biasakan membeli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.
Tips Mengatur Keuangan Tanpa Berutang
Ilustrasi uang (U-Report)

VIVA.co.id – Tak bisa dipungkiri, setiap orang membutuhkan uang untuk menjalankan roda kehidupannya. Memang uang bukan segala-galanya, tapi tanpa uang, hidup juga tidak ada apa-apanya, artinya tidak bisa hidup. Wow, dahsyat banget ya pengaruh uang. Walau sangat dahsyat pengaruhnya, tidak perlu sampai menganggap uang adalah dewa atau tuan atas hidup kita, karena uang sebenarnya adalah alat, agar hidup kita bisa berjalan lancar. Sebatas itu, simpel sebenernya. Selama ini, berikut adalah tipsku dalam mengatur keuangan keluargaku:

1. Begitu menerima uang dari pendapatan suami, tentu aku harus mendahulukan semua hal yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda, seperti membayar listrik, air, tagihan telepon, gaji pembantu rumah tangga, bayar sekolah anak, bayar premi asuransi, persiapan uang bensin, uang pulsa, bayar les anak, bayar “jumlah” yang harus diserahkan kepada Tuhan sebagai persembahan wajib. Setiap agama tentu mengatur hal ini, entah 2,5 persen atau 10 persen. Semua harus dibayar segera karena itu sifatnya wajib, tidak bisa kita bilang, “tunggu ya, bulan depan saja bayarnya”.

2. Setelah semua kewajiban dibayar, maka aku menyisihkan sejumlah uang yang telah aku tetapkan sebelumnya sebagai tabungan, inipun sifatnya harus, demi masa depan yang lebih baik. Hal ini biasanya bagi banyak orang dibuat terbalik, menabung adalah di akhir bulan. Ada sisa berapa dari pendapatan yang telah dikurangi pengeluaran, jika ada sisa baru ditabung. Nyatanya selama ini aku pernah lakukan itu dan gagal untuk memenuhi target menabung. Itulah sebabnya, aku disiplinkan diri untuk membuat tabungan di awal bulan, sebagai sebuah kewajiban.

3. Baru memulai mengatur untuk kebutuhan sehari-hari. Belanja kebutuhan untuk satu bulan, seperti pasta gigi, sabun, sampo, gula, minyak goreng, bumbu dapur, dll yang sifatnya bisa dibeli sekali untuk 1 bulan, sebagai persediaan.

4. Mengatur keuangan untuk yang dihabiskan setiap hari, seperti untuk biaya memasak, untuk makan sehari-hari atau bugdet untuk makan di luar.

5. Sisanya, untuk keperluan-keperluan lainnya yang tak terduga, seperti tiba-tiba anak beli mainan, ada yang ulang tahun, ingin mendapat hiburan seperti ke kolam renang, nonton bioskop, ada yang perlu dibantu, dll. Dengan sebijaksana mungkin dalam menggunakan uang, aku kira kita tidak akan sampai beutang, asal gaya hidup kita bukan di luar kemampuan kita.

Biasakan hanya membeli apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Jangan turuti keinginan lapar mata, karena biasanya akibat lapar mata, barang yang kita beli sebenarnya tidak begitu kita butuhkan dan malah menumpuk jadi pajangan di rumah, tidak terpakai. Lebih baik uangnya bisa kita tabung atau investasikan. Syukur jika pendapatan kita begitu besar, tapi kita tetap mampu mempraktikkan pola hidup sederhana.

Pendapatan semakin besar dan tabungan yang semakin besar, bukan pengeluaran yang ikut besar. Selamat mempraktikkan pola hidup sederhana. Tidak ada yang salah dengan belajar hidup sederhana, malah itu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan lingkungan sekitar kita. (Tulisan ini dikirim oleh Merry_mirthasari)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...