CERITA ANDA

Reklamasi, Alternatif Mutlak bagi Keterbatasan Lahan

Jakarta menjadi magnet kaum urban desa yang ingin mengadu nasib.
Reklamasi, Alternatif Mutlak bagi Keterbatasan Lahan
Proyek reklamasi Teluk Jakarta (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id - Reklamasi merupakan mega proyek dari sebuah pengembangan perkotaan. Besarnya sumber daya dan dana yang dikeluarkan harus sebanding dengan nilai fungsi yang ada setelah reklamasi digunakan.

Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan daya tampung dan ketersedian lahan pemukiman di DKI Jakarta menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah yang dihadapi ibukota tersebut. Mulai dari masalah penataan ruang kota yang buruk dengan pemukiman yang kumuh, masalah kemacetan, banjir, dan masih banyak lagi persoalan lainnya yang hingga kini belum dapat terselesaikan dengan baik.

Peliknya masalah yang dihadapi, Jakarta tetap menjadi magnet kaum urban desa yang ingin mengadu nasib untuk mengubah hidupnya yang lebih baik. Sebagai Ibukota Indonesia, Jakarta menjadi pusat segala peradaban yang terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia memandang Jakarta sebagai tambang emas, karena semuanya ada di Jakarta. Oleh karena itu, banyak para urban berbondong-bondong ke kota ini dengan tujuan dapat merubah kondisi perekonomiannya di desa.

Sebagai pusat peradaban, Pemerintah DKI Jakarta tengah giat berbenah diri melakukan perbaikan dan penataan ruang kotanya guna mengatasi segala permasalahan yang dihadapi dan menjawab segala tantangan zaman ke depan. Di era modern seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan peningkatan kepadatan penduduk memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kebutuhan lahan untuk pemukiman, sarana, dan prasarana pendukung lainnya. Keterbatasan lahan ini mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan reklamasi pantai sebagai salah satu solusi bagi permasalahan tersebut.

Reklamasi yang tengah dikembangkan Pemprov DKI bersama sembilan perusahaan pengembang reklamasi lainnya harus dapat memperhatikan dampak demi memperoleh lahan daratan baru yang siap menjadi tempat hunian dan tempat bekerja yang nyaman dan berkualitas. Tidak hanya dicirikan dengan pertumbuhan investasi yang tinggi, tetapi juga kualitas lingkungan yang baik dan manusiawi, dengan dukungan partisipasi masyarakat dalam pembangunannya. Karena bagaimana pun pengembangan ke wilayah Utara Jakarta adalah satu-satunya hal yang paling logis dan seharusnya akan baik-baik saja ketika ada yang mengimplementasikannya ke laut. Sebagai contoh Jepang, Korea, Singapura, dan Belanda yang telah melakukan reklamasi dan mereka dalam kondisi sangat baik dan maju.

Selain itu, dapat kita nilai bahwa reklamasi 17 pulau di pantai utara Jakarta adalah alternatif yang mutlak bagi pemenuhan kebutuhan lahan daratan baru di kota sebesar DKI Jakarta. Kebutuhan dan manfaat reklamasi dapat dilihat dari aspek tata guna lahan, aspek pengelolaan pantai dan sosial ekonomi.

Tata ruang suatu wilayah tertentu kadang membutuhkan reklamasi agar dapat berdaya dan hasil guna. Untuk pantai yang diorientasikan bagi pelabuhan, industri, wisata, atau pemukiman yang perairan pantainya dangkal wajib untuk direklamasi agar bisa dimanfaatkan. (Tulisan ini dikirim oleh Nurdiansyah, Depok)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...