CERITA ANDA

Lari sebagai Sarana Penggalangan Dana Amal

Kita tidak perlu menunggu berkelebihan untuk membantu sesama.
Lari sebagai Sarana Penggalangan Dana Amal
Ilustrasi lari (istimewa)
VIVA.co.id - Mengakhiri tahun 2015 dengan dua kegiatan lari ekstra panjang yaitu 64K dan 135K bagi saya, Teguh Anantawikrama (TAW), adalah sebuah cara untuk mensyukuri tahun yang sudah akan selesai ini.

Run4PIKA adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh alumni Kanisius untuk membantu sebuah SMK Kejuruan Kayu yang nyaris terlupakan. Jumlah siswa sangat sedikit sehingga PIKA menjadi tidak layak secara ekonomis lagi dan karenanya membutuhkan bantuan untuk pengadaan peralatan pertukangan. Alhamdulillah dengan semangat berbagi yang luar biasa, para alumni Kanisius dengan spektakuler berhasil mengumpulkan donasi lebih dari 1M dalam tempo yang singkat.

Event berikut yang akan diikuti saya adalah Nusantarun Chapter 3 dari Bandung ke cirebon sejauh 135km. Event ini bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi 1000 anak asuh melalui Yayasan GNOTA yang mekanisme pengumpulannya melalui indokasih.com sebuah portal penggalangan dana yang terpercaya.

Bagi saya berbagi dengan cara fund raising melalui kegiatan berlari ekstra jauh adalah cara mensyukuri segala sesuatu yang telah dimiliki dan dicapainya secara pribadi. Ketahanan mental untuk menyelesaikan larinya adalah bagian dari upaya menuntaskan amanah para pemberi donasi.

Menurut saya, kita tidak perlu menunggu berkelebihan untuk membantu sesama. Itu adalah hal yang sering saya ucapkan dalam banyak kesempatan, hal itu sudah seperti menjadi bagian dari jiwa saya. Saya berharap, semoga dari waktu ke waktu upaya dan langkah kecil saya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk terus berbuat yang terbaik bagi sesama manusia dan pada akhirnya menghadirkan Indonesia yang lebih baik. (Cerita ini dikirim oleh Teguh Anantawikrama, Jakarta).


KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...