CERITA ANDA

Key Club: Cara Remaja Amerika Serikat Mengabdi Masyarakat

Rasa peduli sosial tidak peduli akan ras, etnis, ataupun suku.
Key Club: Cara Remaja Amerika Serikat Mengabdi Masyarakat
Anggota Key Club (U-Report)
VIVA.co.id - Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar "remaja Amerika". Pergaulan bebas? pesta semalam suntuk? atau, gaya hidup hedonisme? Kemungkinan besar yang terbesit di pikiran kita adalah hal-hal yang negatif. Tapi apalah artinya stereotype jika tidak membuat anggapan-anggapan semacam itu. Dan kali ini, stereotype di atas dapat ditolak.

Remaja di Mahar Regional High School yang terletak di kota kecil bernama Orange di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, adalah salah satu buktinya. Key Club, begitulah nama organisasi yang bergerak di pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Organisasi ini berperan aktif dalam membantu pelaksanaan program-program lokal di sekolah dan yang diselenggarakan oleh daerah. Kegiatan-kegiatan mereka dapat berbentuk penggalangan dana untuk korban bencana, kegiatan di panti jompo, sampai kerja bakti pembersihan fasilitas lokal.

Salah satu kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah penggalangan makanan kalengan untuk Hari Thanksgiving di Amerika. Gerakan ini ditujukan untuk kumpulan keluarga lokal yang tidak mampu untuk merayakan hari yang penuh kehangatan itu. Pengumpulan seluruh bentuk makanan dan bantuan dana akan dilakukan sebulan penuh sebelum hari perayaan datang. Pada Hari Thanksgiving, para anggota Key Club akan menyebar ke seluruh penjuru kota untuk menyalurkan bantuan yang telah mereka galang sebulan penuh.

Selain kegiatan di atas, Key Club memiliki agenda bulanan yang unik dan hampir tidak ditemui di tempat manapun. Spaghetti Supper namanya. Para KeyClubbers (panggilan untuk anggota Key Cub), akan mengadakan makan malam bersama dengan menu sphagetti, salad, aneka kue dan aneka minuman untuk umum. Uniknya, mereka akan memasang harga lima dolar saja untuk “all you can eat”, yang berarti makan sampai puas. Acara ini selalu ramai dikunjungi orang-orang di Kota Orange. Sebagian dari hasil penjualan akan disalurkan untuk beberapa bakti sosial yang menjadi agenda mingguan Key Club.

Rasa peduli sosial tidak peduli akan ras, etnis, atau suku tertentu, seperti yang dilakukan para remaja Amerika ini. Oleh karena itu, mari kita sebagai remaja Indonesia, tingkatan kepekaan dan kepedulian sosial kita. Bagaimanapun, asas gotong royong adalah salah satu pedoman kehidupan di negara kita yang tercinta ini. Kalau di Amerika saja bisa, mengapa kita yang di Indonesia tidak. (Tulisan ini dikirim oleh Dany Dwi Saputra)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...