CERITA ANDA

Mengatasi Nyeri Perut saat Haid

Rasa nyeri ini diakibatan karena tidak adanya oksigen.
Mengatasi Nyeri Perut saat Haid
Ilustrasi nyeri haid. (http://ccherb.com)
VIVA.co.id - Pasti kalian pernah merasakan nyeri pada saat haid. Nyeri saat haid biasanya dirasakan sebagian wanita pada awal menstruasi atau haid. Beberapa wanita biasanya merasakan sakit di bagian bawah perut, tetapi ada juga yang tidak merasakan sakit ini sehingga mereka tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Rasa nyeri ini diakibatan karena tidak adanya oksigen dan menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia. Rasa sakit semakin bertambah karena tubuh juga mengeluarkan bahan kimia bernama prostaglandin yang dapat memicu otot rahim terus berkontraksi. Hal ini dapat memicu mual, diare, lemas, dan sakit kepala. Diduga sebagian wanita memproduksi prostaglandin lebih banyak sehingga lebih merasakan nyeri dibandingkan yang lain. Berikut tips untuk mengatasi nyeri haid.

1. Minuman tradisional
BAHAN:
200gr asam jawa
3 ruas kunyit
1 liter air putih

CARA PEMAKAIAN:
Tumbuk asam jawa dan kunyit. Kemudian panaskan air, dan rebus asam dan kunyit hingga air mendidih. Lalu saring airnya dan buang bagian yang menggumpal. Minumlah seminggu sebelum jadwal haid. Daripada Anda membeli minuman-minuman anti nyeri yang dijual di supermarket, lebih baik membuat sendiri. Selain lebih murah juga lebih sehat karena tidak mengandung banyak pengawet. Dan jika minuman dirasa terlalu asam, bisa ditambahkan gula secukupnya.

2. Mandi dengan air hangat
Air panas dapat membantu mengurangi kram menstruasi. Panas air memiliki efek menenangkan pada otot-otot perut, yang akhirnya dapat membantu menyembuhkan kram dan kejang.

3. Duduk dengan posisi kedua kaki rapat
Dengan perlahan tarik napas yang dalam sambil mengangkat kedua lengan ke atas, kemudian hembuskan perlahan diikuti telapak tangan menggapai telapak kaki dan wajah mencapai lutut. Tahan gerakan ini selama 1-3 menit dan buat pikiran lebih tenang.

4. Jika semua cara gagal, kunjungi dokter
Ada banyak kasus pasien yang menderita dysmenorrhea, atau kram berat, konsultasikan dengan dokter dan cari tahu kondisi apa yang menyebabkan rasa sakit semakin parah. (Tulisan ini dikirim oleh Ranni Arismaya H, mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...