CERITA ANDA

Mohon Doakan dan Aminkan Saja

Blog bukan prioritas utama lagi selama saya menulis naskah buku
Mohon Doakan dan Aminkan Saja
Ilustrasi (U-Report)

VIVA.co.id - Enggak nulis di blog dalam waktu yang lama bikin tangan saya jadi gatal. Sudah saya olesin minyak telon, tapi tangan masih aja gatel. Ya sudah, jadinya saya buka blog, terus mulai nulis lagi, siapa tahu gatalnya hilang. Postingan terakhir saya di blog itu tanggal 15 November 2015. Ya, hampir satu bulan dua minggu dari tanggal saya menulis postingan ini.

Tapi, enggak nulis di blog bukan berarti saya juga enggak nulis sama sekali. Saya tetap rutin nulis, tapi di media dan tujuan yang berbeda. Saya tetap rutin nulis, tapi di Ms. Word dan untuk naskah buku saya. Karena saya sudah menghabiskan banyak waktu buat tuh buku, jadinya enggak ada waktu buat nulis di blog lagi. Atau lebih tepatnya, blog bukan jadi prioritas utama lagi selama saya menulis naskah buku.

Tapi sekarang naskah buku saya sudah selesai ditulis, sudah di-print, sudah dijilid dengan cover belakang warna pink, dan tinggal dikirim ke penerbit deh. Tapi sebelum saya kirim, saya juga harus mencetak dan mengisi formulir pengiriman naskah sebanyak 3 halaman yang saya download dari website penerbit yang saya tuju.

Setelah dikirim, saya tinggal menunggu kabar dari penerbitnya. Saya baca-baca di internet, katanya penerbit akan memberi kabar perihal naskahnya paling cepat 3 bulan. Terus saya berpikir, "Lama banget, gila!" Tadinya saya kira paling lama malah hanya dua bulan doang. Hahaha. Tapi enggak apa-apa, ngikutin peribahasa "sambil menyelam minum air", saya bisa menulis bab-bab baru selagi menunggu kabar dari penerbit.

Tapi kalau saya nulis naskah buku lagi, ini blog bisa enggak keurus lagi. Lama-lama bisa berdebu ini blog. Setelah naskahnya saya kirim, saya juga enggak akan terlalu berharap agar naskahnya bisa diterbitkan. Karena kalau terlalu berharap dan takutnya (semoga saja tidak kejadian) naskah saya tidak diterima apalagi diterbitkan, nanti yang ada saya malah stres sendiri. Maka-nya buat jaga-jaga, saya santai saja. Toh, takdir sudah ada yang menentukan. Saya enggak mau terlalu berharap karena, entahlah.

Melakukan proses menulis selama berbulan-bulan sampai naskahnya selesai dijilid saja rasanya saya sudah senang banget. Masalah diterbitkannya sih, mungkin bisa saya anggap sebagai bonus. Tapi yang pasti, saya sendiri berharap agar naskah saya bisa diterbitkan oleh penerbit yang saya tuju di bulan Januari 2016. Doakan dan aminkan saja yaa. (Cerita ini dikirim oleh Ilham Irwinansyah)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...