CERITA ANDA

Peneliti Muda Indonesia Raih Penghargaan di Pacifichem 2015

Ada lebih dari 18.000 makalah dari 71 negara yang didaftarkan.
Peneliti Muda Indonesia Raih Penghargaan di Pacifichem 2015
Pacifichem 2015 di Honolulu, Hawaii, AS (U-Report)

VIVA.co.id - Enam peneliti dan dosen muda dari Jurusan Fisika Undip (Ali Khumaeni), Jurusan Kimia ITS (Sri Fatmawati), Jurusan Kimia IPB (Noviyan Darmawan), Universitas Brawijaya (Lukman Hakim dan Aprilia Tasfiyati), dan Jurusan Teknik Kimia Unpar (Dave Mangindaan) mendapatkan penghargaan Early Chemist Award pada Pacifichem 2015 yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 15-20 Desember 2015.

Pada Pacifichem 2015, Dr. Khumaeni menyampaikan makalahnya tentang Metode baru spektroskopi plasma laser (Laser-Induced Breakdown Spectroscopy) untuk analisis pengotor logam berat pada tanah secara cepat dan hasil sensitivitas tinggi.

Dengan metode baru ini, serbuk tanah tidak perlu dibuat pellet atau perlakuan sampel yang rumit. Metode LIBS saat ini telah berkembang pesat sebagai alat deteksi cepat kandungan unsur dan molekul dengan konsentrasi rendah pada berbagai material di bidang lingkungan, geologi, kesehatan, industri logam, industri farmasi, industri makanan, dan industri lainnya.

Dr. Darmawan membawakan topik pembangkitan emisi fosfor esensi daerah dekat ultraviolet dari Iridium (III) kompleks. Dr. Fatmawati menyajikan hasil penelitian tentang penggunaan ekstrak berbagai tanaman Indonesia (obat tradisional Indonesia) untuk komplikasi anti diabetik. Dr. Mangindaan menguraikan makalahnya tentang penggunaan polyimide membranes dehidrasi pervaporasi acetone.

Sementara Dr.Aprilia mengemukakan makalahnya dengan topik monolith berbasis polimer organik untuk pemisahan sampel DNA secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Dan,  Dr. Lukman Hakim mempresentasikan penelitiannya yang berjudul Penyimpanan Hydrogen Molecular pada Struktur yang Terisi.

Early Chemist Award merupakan penghargaan bagi para peneliti muda bidang Kimia dan Ilmu Spektroskopi. Sebanyak 40 peneliti dari berbagai negara pasifik mendapatkan penghargaan ini. Penerima award dipilih berdasarkan novelty makalah, dan pengalaman penelitian, serta hasil publikasi di bidangnya. Para peneliti berhak mendapatkan uang cash, sertifikat award, akomodasi hotel, dan tiket pesawat pergi pulang.

Pacifichem 2015 merupakan simposium terbesar bidang Kimia dan Ilmu Spektroskopi khususnya di wilayah Asia Pasifik. Simposium yang berlangsung sejak 1984 ini diadakan setiap 5 tahun sekali dan disponsori oleh The American Chemical Society (ACS), The Canadian Society for Chemistry (CSC), The Chemical Society of Japan (CSJ), The New Zealand Institute of Chemistry (NZIC), The Royal Australian Chemical Institute (RACI), The Korean Chemical Society (KCS), dan The Chinese Chemical Society (CCS).

Pada Pacifichem 2015 ini, ada lebih dari 18.000 makalah dari 71 negara yang didaftarkan untuk diikutsertakan dalam acara kompetisi ilmiah ini. (Cerita ini dikirim oleh Ali Khumaeni, Dosen Fisika Undip, Semarang)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...