CERITA ANDA

Games "Main Peran" Racuni para Remaja

Permainan ini membuat nilai mereka turun dan pulsa cepat habis.
Games "Main Peran" Racuni para Remaja
Ilustrasi (U-Report)

VIVA.co.id - Istilah main peran atau bisa disebut juga Roleplayer adalah permainan yang sangat digemari oleh para remaja terutama K-popers. Banyak yang belum mengetahui apa itu istilah Roleplayer sendiri. Roleplayer itu adalah memainkan peran artis atau tokoh tertentu. Roleplayer ini biasa dimainkan di twitter, whatsapp, line, dan facebook. Paling banyak dimainkan di twitter. Mungkin orang-orang atau di antara kalian mengenal istilah parodi. Parodi dan Roleplayer ini sendiri tidak beda jauh artinya.

Kenapa anak-anak remaja menyukai bermain Roleplayer? Karena Roleplayer ini sendiri sangat mengasyikan. Kita bisa memainkan peran seolah-olah kita adalah artis yang kita sukai. Terutama para K-popers, pasti 80 persen di antaranya bermain Roleplayer.

Di permainan ini kita bisa mendapatkan pasangan alias kekasih. Tetapi, hanya dalam sebuah permainan. Bisa dibayangkan bagaimana senangnya kaum hawa bermain permainan ini. Biasanya untuk mencari pasangan lawan jenisnya.

Apakah Roleplayer ini sendiri berbahaya? Ya tentu saja berbahaya. Terkadang remaja-remaja ini bisa lupa waktu karena bermain permainan ini. Sibuk di depan gadget hanya untuk mencuri waktu bermain Roleplayer. Bukan hanya itu saja, Roleplayer ini tergolong ke beberapa jenis, yaitu less ooc (sangat mirip dengan artis aslinya), ooc (di luar sikap artisnya) , dan yang terakhir roleplayer rated.

Apa itu roleplayer rated? yaitu Roleplayer yang tidak senonoh. Karena Roleplayer jenis ini sangat membahayakan para remaja. Bayangkan jika anak berusia 15 tahun melakukan hal-hal yang tidak senonoh di permainan ini, berbahaya bukan? Bukan hanya remaja yang memainkan permainan ini, tetapi sekarang anak usia SD pun memainkannya.

Bagaimana pengguna Roleplayer berhenti memainkannya? Itu pernyataan yang sangat sulit dijawab oleh mereka. Karena jika sudah terjerumus ke dalam permainan ini, orang-orang di antaranya bisa terkena "racun" yang membuatnya sangat sulit untuk meninggalkannya

Terkadang, banyak para remaja yang mengeluh dan bahkan menggerutu karena permainan ini. Karena permainan ini membuat nilai mereka turun, pulsa cepat habis, dan lain sebagainya. Sebenarnya, Roleplayer ini tak sepenuhnya dapat disalahkan. Karena bermain Roleplayer ini hanya untuk hiburan semata di waktu senggang. Semuanya tergantung pada penggunanya masing-masing. Tetapi, peran orang tua di sini sangat dibutuhkan agar penggunaan gadget itu sendiri tidak disalahgunakan. (Cerita ini dikirim oleh Fizca Alfi Syofky, Bekasi)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...