CERITA ANDA

Janganlah Mudah Menyatakan Orang Lain Sesat

Banyak orang yang justru menempuh jalan setan karena kefakiran.
Janganlah Mudah Menyatakan Orang Lain Sesat
KH. Fuad Affandi (U-Report)

VIVA.co.id - Belakangan ini di Jawa Barat marak gerakan anti Syiah. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) yang intensif bergerak di beberapa kabupaten cukup merisaukan hubungan antar golongan. Berbicara Syiah, satu hal yang tak bisa dilepaskan adalah sosok KH. Jalaluddin Rakhmat, Ketua Dewan Syura Ikatan Ahlul Bait Indonesia.

Sosok Kang Jalal selama ini menjadi salah satu sasaran utama kelompok ANNAS yang dinakhodai kiai Athian Ali M. Dai. Di mata Athian, orang-orang penganut Syiah bukan masuk golongan Islam. Tetapi ada satu hal yang menarik dari pandangan kiai berpaham sunni, KH. Fuad Affandi. Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq pengikut Nahdlatul Ulama ini menilai bahwa klaim sesat itu tidak boleh dilakukan karena sama saja melampaui kewenangan Tuhan.

Adapun urusan golongan menurut murid guru legendaris KH. Maksum (Mbah Maksum) Lasem ini merupakan sebuah pilihan untuk perantara menuju pintu Tuhan. "Kalau Kang Jalal memilih jalan Ahlul Bait sebagai jalan yang menurut beliau cocok tentu tidak bisa disalahkan. Beliau memahami hikayat Nabi secara komplit. Beliau jujur bahwa dalam hidup harus memilih jalan yang terbaik. Tak ada orang niat masuk neraka," ujarnya.

Menurut Fuad Affandi, sosok Kang Jalal punya kualitas pribadi yang sangat baik. Karena kadar kualitasnya itulah yang membuat Kang Jalal justru harus melampaui kebanyakan orang. "Kang Jalal itu macam Gus Dur lah. Dianggap sesat, dianggap gila, dianggap nyeleneh. Itu karena Kang Jalal melampaui kualitas kepribadian banyak orang sehingga berani memilih jalan lain," ucapnya. Ditanya apakah pemikiran-pemikiran Kang Jalal itu sesat, KH Fuad Affandi menjawab dengan rendah hati, bahwa dirinya tidak bisa sembarangan menilai seseorang. Sebab kalau hanya karena berpikir berbeda, menempuh mazhab yang berbeda lalu dianggap sesat, maka betapa banyak orang yang sesat di dunia ini.

Menurutnya, jika sekarang beliau ditanya apakah Ahlul Bait versinya Kang Jalal tersebut adalah tepat? Beliau tidak berani berkomentar karena tidak pernah masuk di dalamnya. Tetapi dia kira Kang Jalal telah melakukan sebuah keberanian yang sulit dilakukan oleh kebanyakan orang.

Mang Haji, demikian nama akrab KH Fuad Affandi berpesan agar masyarakat tidak mudah dihasut untuk pertikaian. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam kehidupan ini untuk sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau kiai kerjanya demo-demo terus, kapan dia mengajar? Lagi pula kalau memang dianggap sesat, tentu caranya tidak diperangi, tetapi diajak silaturahmi, berdialog dengan cara bijak sebagaimana diajarkan nabi.

Menurut Mang Haji, prinsip dakwah itu mengajak ke jalan Tuhan. Dalam pandangannya, orang yang perlu didakwahi itu bukan orang Ahlul Bait karena kebanyakan mereka adalah santri-santri terpelajar. Justru yang banyak berpeluang tersesat itu adalah orang-orang lemah, fakir miskin karena kefakirannya itu mereka dekat dengan kekafiran.

Banyak orang yang justru menempuh jalan setan karena kefakiran dan kemiskinannya. Itu lebih penting diurus, tapi bukan dengan aliansi anti kafir atau anti sesat, melainkan dengan Aliansi Nasional Aghniya (orang-orang kaya) Sedekah. Bisa disingkat ANNAS juga.

"Ajari orang-orang fakir untuk mandiri berwirausaha, ajari orang mencari makan secara halal agar bisa beragama secara baik. Bukankah kefakiran mendekatkan pada kekafiran?" paparnya. (Cerita ini dikirim oleh Ferlitahus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...