CERITA ANDA

Basa-basi Bikin Sakit Hati

Untuk sebagian wanita agak sensitif bila dibilang gemuk.
Basa-basi Bikin Sakit Hati
Ilustrasi sahabat (http://indotopinfo.com/wp-content/uploads/Tipe-Orang-yang-Anda-Butuhkan-Dalam-Hidup.jpg)
VIVA.co.id - Sekarang coba tebak deh, ketika kamu ketemu sama teman lama, apa yang paling sering mereka ucapkan. "Haii, apa kabar? Gemukkan ya sekarang. Eh, gimana kapan nikah? Atau eh, gimana udah hamil belum?" (buat yang sudah menikah).

Zonkk..

Yah, memang untuk sebagian besar wanita agak sensitif dibilang, "gemukan", "gendutan", atau apalah walaupun memang benar adanya. Tapi kan tidak mesti diungkapkan juga, terlebih dengan suara kencang plus di depan banyak orang. Double kan malunya.

Setelah menikah memang berat badan saya meroket tajam, entahlah mungkin karena lebih bahagia dan makan selalu ditemenin, jadi doyan ngemil malam juga. Alhasil yaa banyak yang selalu bilang, "gendutan ya sekarang", "berat badan berapa sekarang", malah lebih sering dibilang kalau lagi berbadan dua.

Sebenarnya bisa kan selain bilang, “gemukan ya sekarang”  diganti dengan kalimat basa-basi yang lain, yang bisa membuat cerita pertemuan teman lama menjadi menyenangkan. Semisal "Hey, apa kabar. Sekarang tinggal dimana? Sibuk apa sekarang. Eh gimana kabarnya si itu yah, si anu yah, bla bla bla. Tanpa harus membicarakan berat badan.

Kemudian hal yang buat agak bete dari basa-basi ketemu teman lama adalah pertanyaan soal menikah. Tidak semua orang loh menerima pertanyaan seperti itu. Beberapa orang yang sudah sering banget ditanya pasti akan menjawab, "doain aja ya", atau buat orang yang malas menjawab bakal bilang, "bisa enggak nanya yang lain" atau kadang sekalian plesetin "belum ada jodohnya nih, cariin donk?!" Jadi sebaiknya hindari deh pertanyaan basa-basi yang agak menohok di hati.

Selain itu buat yang sudah menikah, juga kena sasaran basa basi menohok, yaitu "sudah hamil belum". Tidak akan bisa dipungkiri dan dihindari apalagi yang baru menikah, pasti akan ditanya terus deh. Sebenarnya sih memang kalimat itu biasa untuk ditanyakan, tapi akan jadi sangat tidak biasa ketika bosan terus-terusan ditanyakan hal yang sama, dan akan menjadi sangat sensitif jika saat itu memang belum dikasih oleh Yang Maha Kuasa.

Contohnya seperti saya ini, yang menikah sudah berjalan hampir satu tahun. Pertanyaan itu selalu datang dari mana saja. Dari kantorlah, dari keluarga dekatlah, keluarga jauhlah, atau teman-teman sekolah yang bertemu di suatu undangan pernikahan.

Hmm, memang sangat membosankan dan terkadang saya beberapa kali melewatkan pertemuan keluarga hanya karena malas menjawab pertanyaan yang itu-itu saja. Memang tidak boleh sih sebenarnya, tapi ya mau bagaimana lagi, memang malas menjawab.

Setiap bulan selalu deg-degan apakah positif atau negatif, dan berharap tidak datang bulan. Sudah telat 10 hari bahkan 2 minggu sudah berharap lebih, sudah berharap positif hamil tapi nyatanya datang bulan juga. Sedih rasanya, seperti menanti keajaiban. Memang, memiliki anak itu adalah hak dari Tuhan. Rezeki yang diberikan Tuhan, sebuah kepercayaan dari Tuhan yang diberikan oleh kita. Walau semua usaha, upaya, doa dan sebagainya sudah kita lakukan tapi kalau memang belum waktunya, ya belum dikasih. Seharusnya kita tidak boleh sedih apalagi kecewa, terus saja berusaha.

Tapi sebagai wanita wajar bila merasa sedih, sensitif, kecewa kalau belum memiliki anak. Belum lagi dengar omongan yang tidak-tidak dari banyak orang. Sedih rasanya.

Sejujurnya, saya juga banyak mendapat masukan dan saran positif dari orang-orang terdekat, dari mulai urut, jamu, madu dan yang lainnya.  Tapi ya tadi, kalau memang belum waktunya, mau usaha bagaimanapun tetap belum berhasil.

Kata orang, cobalah untuk jangan dipikirin, jangan stress. Lucunya, bagaimana mau tidak dipikirin kalau setiap ketemu orang, yang ditanya selalu hal yang sama. Bagaimana mau tidak dipikirin kalau setiap baca status teman-teman di media sosial selalu membahas anak dan kehamilan. Bagaimana mau tidak dipikirin kalau setiap melihat kalender selalu ingat kapan terakhir kali datang bulan. Ternyata tidak semudah yang dikatakan orang-orang.

Ini merupakan sebagian kecil basa-basi yang agak-agak bikin menusuk hati saya dan untuk para wanita umumnya. Tapi saya akan selalu mencoba tetap tegar dan sabar menghadapi pertanyaan tentang gemuk dan hamil. Mudah-mudahan saja ini dapat menjadi pengingat supaya saya bisa kurus. Menjadi doa supaya saya bisa segera dikarunai keturunan. Aamiin.

Tetap terus semangat untuk jalani hidup ini. Always be positive thinking and things positive will be happen. (Cerita ini dikirim oleh Farranita)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...