CERITA ANDA

Lucunya Kutul Si Pendekar Kuping Satu

Selain Kutul, kucing kecil lainnya aku beri nama si Kukut.
Lucunya Kutul Si Pendekar Kuping Satu
Kutul, si Pendekar Kuping Satu (U-Report)

VIVA.co.id -  Hallo, namaku Raddin Nayla Khalisha Putri Hadiwijoyo, biasa dipanggil Chacha. Kali ini aku ingin bercerita tentang kucingku yang mempunyai kuping satu. Pada suatu hari kucing yang biasa berkeliaran di dekat rumahku melahirkan tiga ekor anak. Tetapi beberapa hari kemudian satu dari ke tiga anak kucing itu mati. Entah kenapa mungkin karena kedinginan, sedangkan dua anak kucing yang lain masih hidup.

Karena takut anak kucing tersebut mati lagi, mamaku dan aku memindahkan kucing itu ke tempat yang lebih nyaman. Aku membuatkan tempat tidur kucing itu memakai kardus bekas dan kain yang sudah tidak terpakai lagi. Lalu aku pindahkan kedua anak kucing itu dengan perlahan ke tempat tidur yang sudah aku buat.

Beberapa hari kemudian kedua kucing itu bermain di bawah mobil yang sedang dipanaskan, kebetulan mobil itu adalah mobil kepunyaan nenekku. Berhubung masih lama untuk dipakai jadi kucing itu tidak diusir. Setelah bersiap-siap untuk pergi, kedua kucing itu barulah diusir, tetapi hanya satu yang pergi satu lagi masih ada di bawah mobil. Karena dikira keduanya sudah tidak ada lagi di bawah mobil akhirnya nenekku berangkat.

Saat mamaku melihat si kucing yang berada di bawah mobil itu langsung berlari, karena terlihat sepertinya kupingnya berdarah. Lalu mamaku langsung melihat dan ternyata benar saja, satu kupingnya hilang. Kami semua panik. Lalu mamaku menyuruhku untuk mengambil obat untuk kucing itu. Kemudian dengan sayang, kami memberi obat agar kuping si kucing kecil itu segera sembuh.

Hari-hari berlalu, kedua kucing itu sudah semakin membesar. Tidak lama setelah kejadian itu, kucing-kucing menjadi sering bermain di rumahku. Mereka juga jadi dekat denganku dan ku beri nama si Kutul, karena ia hanya memiliki kuping satu (alias putul kupingnya). Selain Kutul, kucing kecil lainnya aku beri nama Kukut, karena ia sangat penakut.

Namun, si Kukut beberapa bulan kemudian sudah mulai berani untuk mendekatiku bahkan sudah bisa dipegang. Sekarang si Kutul sudah sembuh dan lincah gerakannya. Begitu juga si Kukut yang sudah tidak takut lagi bahkan sudah biasa bermain sangat lincah denganku . Si Kutul yang lucu aku beri julukan si
"Pendekar Kuping Satu". Aku sangat bersyukur karena si Kutul yang lucu kembali sehat dan sekarang menjadi teman bermainku. (Cerita ini dikirim oleh Raddincaca)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...