CERITA ANDA

Volunteer Itu Proses Maknai Awal Kehidupan

Harga tidak bisa dijadikan acuan untuk membayar seorang volunteer.
Volunteer Itu Proses Maknai Awal Kehidupan
Relawasan saat sosialisasi keselamatan transportasi. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id - Volunteer itu adalah sebuah kesempatan untuk kita mengasah diri, tepatnya kemampuan kita dalam sensitivitas terhadap suatu pekerjaan nantinya. Jika bicara di Yogyakarta yang kenyataanya banyak event dan kegiatan lainnya, kita dapat melatih diri di situ.

Menjadi volunteer tidak bisa dipaksakan, kehendak diri untuk eksplore kehidupan inilah sering dijadikan modal awal untuk terjun menjadi seorang volunteer. Menjadi volunteer adalah proses pembelajaran. Ketika kita kuliah yang didapatkan hanyalah materi terus menerus, dan di situlah kita akan mendapatkan aksi atau praktik langsungnya, yakni menjadi volunteer. Menjadi volunteer harus berani berkorban, namanya juga sukarelawan, suka hingga rela bekerja. 

Menjadi volunteer adalah sebuah rumus awal. Ibarat statistika dalam mencari hipotesis menggunakan rumus Y=a+bx, kaitannya dalam hal ini maka, Kehidupan = rencana + aplikasinya (proses, cara,dll). Menjadi volunteer itu adalah sebuah kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan terhadap kita. Ketika menjadi volunteer, di situlah kita harus mengetahui konsekuensi ketika memutuskan ingin menjadi volunteer.

“Jadi volunteer itu asyik kok, nambah temen, nambah keluarga, nambah link juga nambah pengalaman. Sudah nggak zaman sombong harta, pacar juga perhiasan, kini zamannya sombong pengalaman kan. Pengalaman yang banyak akan menambah kita PeDe di mana saja. Yang jelas menjadi volunteer itu ada psikis yang terpuaskan. Kalian bisa menjadi awesome people! “ jelas Luky Antoryo.

Saya sudah menjalani volunteering sejak menjadi mahasiswa baru atau Maba 2014. Dimulai dari ikut crew pameran di Gramedia, Sudirman Yogyakarta, kali itu ikut dalam tiga kali pamerannya, dengan tema yang berbeda, Gramedia Book fair, Gramedia pameran di IKAPI DIY dan Gramedia Holiday dan lebaran. Kemudian bulan berikutnya ikut di event Jogja International Heritage Wallk 2014 dan kali itu mengisi kekosongan di  Divisi Konsumsi rest area 1.

Di akhir tahun juga ikut event konsernya Captain Jack di GOR UNY di Divisi keamanan konser dan ditutup di event Hari Disabilitas Nasional 2014 di Sleman Jogja. Itu baru 2014, belum yang 2015 dan itu baru event saja, belum ke komunitas-komunitasku juga organisasiku. Award pada diri sendiri adalah kesempatan yang luar biasa. 

Saya saat ini masih bergabung di sebuah event besar di Yogyakarta yakni Biennale Jogja. Sebuah event seni rupa terbesar di Yogyakarta bahkan Indonesia. Berada di bagian Equator Festival dan Pararel Event Biennale Jogja. Selain itu tanggal 21 November 2015 kemarin Juga menyelesaikan sebuah proses membantu event di ngayogjazz2015 di divisi area.

“Di Biennale Jogja sangat inspire, bertemu mbak Agra (Manager Programe Dagadu Yogyatorium) yang luar biasa, ketemu banyak Dosen seni, teman-teman seni juga, banyak pokoknya. Ini adalah proses hidup. Jangan makan materi terus, tapi imbangi dengan praktiknya. Gratis juga bermanfaat. Kadang menyalurkan hobi juga, “ jelas Luky Antoryo

Kuncinya adalah kesempatan itu pasti ada. Kalau kalian sudah bisa menemukan cara berkomunikasi dengan Tuhan, maka kalian akan bisa mengerti makna di setiap kehidupanmu. Dan itu akan terjadi sekali lagi kembali lagi ke pribadi Anda. Mendekatkan diri pada Tuhan sangat banyak caranya.

Anda adalah orang kreatif, pasti bisa melakukannya! Selamat mengeksplorasi kehidupan kalian. Menjadi volunteer sekali lagi jangan bergaris pada uang. Volunteer bukan masalah berapa kita mau dibayar? Berapa besarnya? Tetapi justru kita, volunteer tidak ternilai harganya. Harga sudah tidak bisa dijadikan acuan. Volunteer tidak pantas dinominalkan. Volunteer itu pengabdian. (Cerita ini dikirim oleh Luki Antoro)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...