CERITA ANDA

Apakah Sebenarnya Arti Masa Depan?

Arti kata ini bukan untuk diterjemahkan ke dalam teori.
Apakah Sebenarnya Arti Masa Depan?
Ilustrasi (U-Report)

VIVA.co.id - Apa itu masa depan? Kapan masa depan dimulai? Bagaimana rasanya masa depan? Apakah esok disebut masa depan? Harus jadi apa kita di masa depan? Semua pertanyaan itu sering bersemayam dalam pikiran kita.

Konflik dalam diri sendiri yang kerap membuat bimbang dalam mengambil keputusan. Kita selalu dihadapkan pada pertanyaan yang tidak jauh kaitannya dengan masa depan. Sebenarnya apa itu masa depan?

Menginjak usia 20-an, pikiran kita terus dituntut untuk bekerja. Memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk melanjutkan hidup, harus jadi apa kita agar hidup menyenangkan dan apakah sesuatu yang kita usahakan akan mengisi tuntutan masa depan yang diperbincangkan orang-orang?

Beberapa orang menasihati bahwa jika kita terlalu memikirkan masa depan, maka kita tidak akan menikmati hari ini. Mungkin pernyataan itu benar. Namun, kembali pada hidup dengan segala tuntutannya di atas detik waktu yang berjalan, kita tetap harus berpikir.

Saya sering bertanya kepada teman-teman. Dari hal sederhana, apa itu masa depan? Beberapa menggeleng kepala. Sedangkan yang lainnya berusaha mencari artikel terkait dari internet, namun pada akhirnya juga menggelengkan kepala.

Hal sederhana ini jika dijadikan teori akan sedikit rumit. Sebab menurut saya pengertiannya sendiri bersifat subjektif. Tergantung dari cara berpikir, waktu, dan sudut pandang masing-masing individu. Baik, kita lupakan pengertiannya. Sekarang, kurun waktu masa depan itu dari kapan sampai kapan sih? Maka saya akan menjawab esok dan seterusnya. Bagaimana menurut kalian? Terserah.

Masalah yang saya kemukakan ini bersifat objektif. Bagaimana kita memandang sesuatu dari kacamata sendiri dan dari sisi mana kita melihatnya. Jika seorang ibu yang mengucapkan istilah masa depan kepada anaknya yang masih kecil, maka anak tersebut kurang lebih akan berpikir tentang cita-cita. Jika istilah masa depan diucapkan oleh orang tua kepada anaknya yang masih remaja, maka maknanya menunjuk kepada konotasi lain yaitu berupa persiapan untuk mewujudkannya. Dan seterusnya.

Kata sederhana ini bukan untuk diterjemahkan ke dalam teori. Tetapi lebih kepada cara bagaimana agar kita memahami dengan melakukan persiapannya. Sebab kita tidak tahu apa yang akan kita dapatkan esok hari dan akan jadi apa kita esok. Kita hanya perlu melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin dan menjalani waktu yang sedang berlangsung. (Cerita ini dikirim oleh Eriinao)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...